Tentang Mereka yang Sudah Meninggal

Senin, 4 September 2017 – Hari Biasa Pekan XXII

211

1 Tesalonika 4:13-17a

Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.

***

Pada zaman para rasul, orang kristiani percaya bahwa Tuhan Yesus akan segera datang dalam kemuliaan-Nya untuk menjemput dan membawa mereka ke surga. Paulus pun percaya akan hal itu dan mengajarkan hal yang sama kepada jemaat-jemaat yang didirikannya, termasuk jemaat Tesalonika.

Namun, jemaat Tesalonika menyadari bahwa ada saudara-saudara mereka yang meninggal, padahal Tuhan belum datang. Lalu mereka bertanya, bagaimana nasib mereka yang meninggal sebelum Tuhan datang? Mereka pun khawatir, jangan-jangan Tuhan datang menjemput mereka saja, sedangkan saudara yang sudah meninggal ditinggalkan dan tidak ikut masuk ke dalam surga.

Menanggapi kekhawatiran itu, Paulus menghendaki agar mereka memahami apa yang terjadi dengan saudara-saudara mereka yang telah meninggal. Kalau mereka tidak memahami hal ini, mereka akan berdukacita seperti orang lain di luar jemaat yang tidak mempunyai pengharapan. Paulus pun mengingatkan  bahwa Yesus telah mati, namun bangkit dari kematian. Nah, karena itu, jemaat harus percaya bahwa orang yang telah meninggal sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus akan dibangkitkan oleh Allah dan dikumpulkan bersama dengan Dia. Pengharapan akan kebangkitan inilah yang seharusnya membuat jemaat tidak mengalami dukacita ketika harus menghadapi kematian.

Lalu bagaimana orang yang telah mati itu akan dibangkitkan waktu Kristus datang pada akhir zaman? Ketika Tuhan datang, sebagian anggota jemaat masih hidup dan sebagian yang lain sudah meninggal. Para anggota jemaat yang masih hidup tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Kedatangan Tuhan itu akan didahului dangan tanda. Panglima malaikat Allah akan berseru dan sangkakala Allah akan berbunyi. Sesudah itu, Tuhan sendiri akan turun dari surga. Pada waktu itulah orang yang telah mati dalam Kristus akan bangkit dari kematian. Bersama-sama dengan orang beriman yang masih hidup, mereka akan diangkat dalam awan untuk menyongsong Tuhan di angkasa. Mereka semua akan dibawa masuk ke dalam surga dan tinggal bersama dengan Tuhan selamanya.

***

Keyakinan dan pengharapan akan kehidupan abadi mendatangkan sukacita. Sekalipun harus menghadapi segala macam persoalan di dunia ini, orang beriman akan menjalaninya dengan sukacita karena pada akhirnya ia akan menikmati kehidupan abadi.