Anak-anak Siang

Selasa, 5 September 2017 – Hari Biasa Pekan XXII

132

1 Tesalonika 5:1-6, 9-11

Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman – maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin – mereka pasti tidak akan luput. Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.

Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

***

Paulus telah menyampaikan kepada jemaat Tesalonika bahwa Tuhan akan segera datang untuk menjemput orang yang percaya kepada-Nya. Paulus bahkan yakin bahwa Tuhan akan datang ketika dirinya masih hidup. Walaupun demikian, Paulus menyatakan bahwa tidak ada orang yang mengetahui kapan Tuhan akan datang. Ia menggambarkan datangnya hari Tuhan itu seperti kedatangan pencuri pada waktu malam. Tidak ada yang orang yang mengetahui kapan pencuri akan datang dan memasuki rumahnya. Jika demikian, pastilah tuan rumah akan berjaga dan bersiap untuk menghadapi pencuri itu.

Dengan kata lain, Tuhan akan datang pada waktu yang sama sekali tidak terduga dan tidak ada gunanya orang memperhitungkan kapan Ia akan datang. Bisa jadi pada masa tertentu orang melihat bahwa semua tampak baik-baik saja dan berkata bahwa semuanya damai dan aman, tetapi bisa jadi tiba-tiba mereka justru ditimpa kebinasaan dan mati karena tertimpa malapetaka. Bila terjadi kehancuran menjelang kedatangan Tuhan, tidak ada orang yang dapat meluputkan diri. Paulus menggambarkan kepastian ini dengan gambaran perempuan yang mau melahirkan, yang pasti mengalami rasa sakit yang hebat.

Menghadapi kepastian tentang datangnya hari Tuhan yang tidak dapat diduga itu, Paulus mengingatkan jemaat bahwa mereka adalah anak-anak siang dan bukan orang-orang malam. Pada waktu malam orang tidur dan pada siang hari mereka berjaga. Karena jemaat adalah anak-anak siang, mereka harus berjaga-jaga dan sadar, tidak boleh tidur seperti orang-orang lain. Kalau mereka sadar dan berjaga-jaga, hari Tuhan tidak akan mendatangi mereka seperti pencuri.

Apa yang dimaksud Paulus dengan kiasan itu? Berjaga-jaga secara konkret dilakukan dengan bekerja, yakni dengan melakukan kehendak Tuhan untuk mengasihi Dia dan sesama. Berkaitan dengan hal ini, jemaat perlu menyadari bahwa Allah tidak menetapkan mereka untuk ditimpa murka, tetapi untuk memperoleh keselamatan yang dibawa oleh Yesus Kristus, yang telah mati untuk mereka. Karena telah ditetapkan untuk memperoleh keselamatan, mereka akan senantiasa hidup bersama-sama dengan Kristus.

***

Kepercayaan pada Allah terungkap dalam tindakan. Orang yang percaya kepada Kristus dan akan menerima kehidupan abadi akan mengarahkan hidupnya kepada Allah. Ia menjalani kehidupan secara hati-hati agar tidak menyimpang dari jalan menuju kehidupan abadi itu.