Berpegang pada Pengharapan Sejati

Rabu, 6 September 2017 – Hari Biasa Pekan XXII

159

Kolose 1:1-8

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita, kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.

Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di surga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil, yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya. Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.

***

Perikop ini merupakan pembukaan surat yang ditulis untuk jemaat Kolose. Surat ini dikirim oleh Paulus dan Timotius kepada jemaat Kolose yang disapa sebagai saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus. Pertama-tama Paulus menyampaikan berkat kepada Jemaat, “Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.”

Sesudah itu, Paulus menyampaikan kepada jemaat doa syukur yang selalu disampaikannya kepada Allah. Yang menjadi alasan Paulus untuk bersyukur kepada Allah adalah iman jemaat Kolose kepada Kristus. Paulus melihat besarnya kepercayaan mereka kepada Kristus, yaitu kesungguhan mereka untuk hidup seperti yang dikehendaki-Nya.

Kepercayaan mereka kepada Kristus itu juga mereka ungkapkan dengan mengasihi para anggota jemaat, yang biasa disebut sebagai orang-orang kudus. Mereka melakukan hal ini karena berpegang pada pengharapan akan kehidupan surgawi. Jemaat yakin bahwa Allah telah menyediakan kebahagiaan yang abadi di surga. Karena berpegang pada pengharapan inilah jemaat Kolose senantiasa hidup sebagai pengikut Yesus yang setia.

Jemaat Kolose memiliki pengharapan akan kehidupan surgawi karena mereka mendengarnya dari Epafras. Paulus menyebutnya sebagai rekan kerja yang dia kasihi dan pelayan Kristus yang setia. Epafras dapat disebut sebagai pendiri jemaat Kolose. Dia adalah seorang dari Kolose yang mendengarkan Paulus ketika mengajar tentang Kristus di Kota Efesus dan menjadi percaya kepada-Nya. Ketika pulang ke Kolose, Epafras mengajar tentang Yesus kepada orang Kolose. Banyak orang yang percaya kepada Kristus dan membentuk jemaat di kota itu. Jadi, jemaat Kolose tidak didirikan oleh Paulus, tetapi ia sangat bergembira mendengar kabar tentang jemaat ini.

***

Paulus bersukacita dan bersyukur kepada Allah melihat jemaat Kolose yang semakin percaya kepada Allah dan menantikan kehidupan abadi. Seperti Paulus, orang beriman dipanggil untuk bersukacita melihat umat Allah semakin percaya kepada-Nya. Seperti Epafras, orang beriman dipanggil untuk membantu sesama agar semakin percaya kepada Allah.