Murid Perempuan dalam Perjalanan Misi

Jumat, 22 September 2017 – Hari Biasa Pekan XXIV

295

Lukas 8:1-3

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

***

Bacaan hari ini dibuka dengan pernyataan yang meringkas misi Yesus. Dikatakan bahwa Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kata-kata ini menggemakan lukisan tentang pewartaan dan pengajaran Yesus tentang Kerajaan Allah di kota-kota lain (Luk. 4:43). Dalam lukisan inilah dua belas murid-Nya muncul kembali dalam kisah (bdk. Luk. 6:12-16).

Dua belas murid Yesus muncul kembali bersama para pengikut perempuan pertama yang telah disembuhkan oleh Yesus. “Beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain.”

Sama seperti kedua belas murid, ketiga perempuan yang namanya disebutkan ini ada bersama-sama dengan Yesus. Mereka ditampilkan sebagai penerima mukjizat penyembuhan Yesus (bdk. Luk. 4:38-39). Namun, tidak diceritakan bagaimana roh jahat diusir dari diri Maria Magdalena, selain bahwa jumlah roh jahat yang merasukinya ada tujuh. Angka tujuh mengisyaratkan bahwa dia dikuasai secara total oleh roh jahat, tetapi akhirnya bisa dibebaskan.

Ringkasan tentang karya pewartaan dan misi Yesus berakhir dengan menyebutkan bahwa banyak perempuan lain melayani Yesus dan rombongan-Nya dengan kekayaan mereka. Baik tiga perempuan yang disebutkan namanya, maupun yang tidak disebutkan namanya melayani Yesus dan para murid-Nya dengan harta kekayaan mereka sendiri. Dalam Injil Lukas, kata kerja “melayani” (Yunani: diakoneo) secara khas mengacu secara khusus pada pelayanan meja. Namun, salah jika pelayanan mereka dibatasi hanya pada urusan domestik, sebab aktivitas mereka sebenarnya lebih luas dari itu (Luk. 10:38-42).

Para pengikut perempuan itu memenuhi peran kemuridan melalui pelayanan mereka dengan harta kekayaan mereka sendiri. Yesus mengidentifikasikan “pelayanan” sebagai suatu tanda, baik bagi pelayanan-Nya sendiri maupun para pengikut-Nya (Luk. 22:24-27). Dukungan tersebut tidak perlu berarti bahwa mereka kaya dan memiliki banyak harta, tetapi hanya berarti bahwa mereka meletakkan harta kekayaan mereka di depan kaki Yesus dan murid-murid-Nya (Luk. 21:1-4).

Perempuan-perempuan itu dapat dikategorikan sebagai murid-murid yang setia, sebab mereka dilukiskan oleh Lukas telah mengikuti Yesus sejak dari Galilea. Mereka juga menyaksikan peristiwa penyaliban (Luk. 23:49) dan kebangkitan-Nya (Luk. 24:8). Karenanya, seperti perempuan-perempuan itu, marilah kita mendukung karya pelayanan dan misi Yesus dengan segala sesuatu yang kita miliki.