Menolak Undangan Tuhan

273

Lukas 14:15-24

Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”

***

Beberapa hari ini Budi terlihat sangat serius mengamati model-model jas pria dengan melihat referensi dari Om Google dot com. Selidik punya selidik, ternyata Budi sedang mempersiapkan diri untuk menghadiri pesta perkawinan seorang sahabat karib yang akan diselenggarakan beberapa bulan lagi. Ia ingin memakai jas dalam pesta perkawinan sahabatnya itu.

Saudara-saudari terkasih, tentu kita pernah diundang dalam suatu pesta tertentu, pesta perkawinan misalnya. Ketika hendak menghadiri undangan tersebut, tentu kita ingin tampil seperti Budi, apalagi kalau yang mengundang adalah orang yang sangat spesial bagi kita. Bagaimana tanggapan kita bila yang mengundang adalah Allah sendiri, raja di atas segala raja?

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah seperti seorang raja yang mengadakan perjamuan besar dan mengundang banyak orang. Akan tetapi, yang menarik dalam perikop ini, banyak undangan menolak hadir dalam pesta perjamuan itu. Ada yang lebih memilih melihat ladang (ladang adalah lambang kekayaan), memperhatikan lembu (lembu sering dikaitkan dengan pekerjaan membajak sawah), ada pula yang menolak hadir karena baru saja menikah (alasan keluarga). Dengan kata lain, undangan tersebut ditolak dengan seribu satu alasan.

Saudara-saudari terkasih, betapa sering kita menolak undangan Tuhan – untuk berdoa, mengadakan persekutuan, ke gereja, bahkan untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga – karena ketiga alasan seperti itu, yakni kekayaan, pekerjaan, dan keluarga. Benarlah bahwa ketiga hal ini sering kali justru menghalangi kita untuk bisa masuk ke dalam kerajaan-Nya. Karena ketiga alasan tersebut, kita secara sadar menolak undangan Tuhan. Karena itu, pada hari ini kita diajak untuk mengutamakan undangan Tuhan daripada urusan-urusan lain.