Gigih dan Ulet

Sabtu, 18 November 2017 – Hari Biasa Pekan XXXII

133

Lukas 18:1-8

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

***

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menyaksikan sebuah video singkat yang menyuguhkan kepada saya kegigihan dan keuletan orang-orang hebat di dunia. Di situ ada sejumlah pemain olahraga ternama yang rela menghabiskan waktu sepuluh sampai dua belas jam sehari untuk berlatih di lapangan. Ada juga seorang ilmuwan yang telah melakukan percobaan ratusan sampai ribuan kali sebelum akhirnya menghasilkan penemuan yang bermanfaat bagi umat manusia. Keuletan dan kegigihan mereka akhirnya membuahkan keberhasilan yang luar biasa.

Saudara-saudari yang terkasih, bacaan Injil hari ini juga menyuguhkan kepada kita kegigihan dan keuletan yang luar biasa dari seorang janda. Ia berkali-kali menghadap hakim, meminta agar perkaranya dibela. Yesus menggunakan kisah ini untuk mengajar murid-murid-Nya dan kita semua akan kegigihan dan keuletan dalam berdoa. “Percayalah, Bapa akan membela perkara kalian!” Kita diajak-Nya untuk yakin bahwa Bapa senantiasa memperhatikan, mendengar, dan melihat kegigihan serta keuletan para hamba yang meminta kepada-Nya.

Sebagai murid-murid Yesus, Injil hari ini mengingatkan kepada kita akan pentingnya bersikap gigih dan ulet dalam kehidupan kita. Tidak ada keberhasilan dan kesuksesan tanpa jerih payah dan usaha. Bagi saya, Injil hari ini tidak hanya mengajarkan kepada saya untuk berdoa tanpa henti, tetapi juga kegigihan untuk bekerja keras dengan sekuat tenaga. Semoga kerja keras kita dan keyakinan kita dalam doa yang tidak kunjung putus dianugerahi berkat yang berlimpah-limpah oleh Bapa di surga. Amin.