Semua yang Mencari Dia Akan Diselamatkan

Senin, 4 Desember 2017 – Pekan I Adven

30

Matius 8:5-11

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.”

***

Pada hari kedua Masa Adven ini, Yesaya masih melanjutkan nubuatnya tentang persiapan-persiapan umat Perjanjian Lama berkaitan dengan kedatangan sang Penebus (bacaan pertama perayaan Ekaristi hari ini, Yes. 2:1-5). Ia bergerak lebih jauh dengan merefleksikan kedatangan Allah, serta kedudukan Yerusalem dalam keseluruhan karya keselamatan yang direncanakan Allah.

Nubuat Yesaya tentang bangsa-bangsa yang akan berduyun-duyun menuju Yerusalem tidak hanya dimaksudkan untuk menekankan sentralitas Yerusalem sebagai pusat keselamatan bagi bangsa Israel pada masa itu. Lebih dari itu, nubuatnya ini sebetulnya lebih jauh dimaksudkan sebagai penegasan bahwa sang Penebus akan muncul dari daerah ini dan menjadi pusat seluruh sejarah keselamatan selanjutnya. Dialah yang akan memberi bobot baru terhadap kedudukan Yerusalem dan Israel sebagai tempat yang sepanjang sejarah menjadi pusat dunia dan keselamatan bagi bangsa-bangsa.

Penghayatan tentang Yerusalem baru dan Israel baru yang dibawa oleh Kristus dan yang terbuka bagi semua bangsa digambarkan oleh Matius secara simbolis-metaforis dalam kerinduan dan kobaran api iman seorang perwira Kapernaum yang mencari dan menemukan Kristus di Yerusalem demi keselamatan keluarganya (Mat. 8:5-11).

Keselamatan dengan ini tidak lagi menjadi milik “eksklusif” Israel historis, tetapi Israel baru, yakni bangsa-bangsa yang dalam iman menunjukkan keseriusan mereka membuka diri dan mencari Allah. Bagi Kristus, keselamatan dan penyelamatan diperuntukkan bagi semua orang yang menunjukkan ketekunan iman dan kerendahan hati untuk mau mencari dan menemukan Dia. Keselamatan dengan demikian tidak lagi menjadi klaim tertutup dan statis.

Bagi kita, pesan bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini sederhana saja: siapa pun yang bertobat dan mencari Kristus pasti akan dijumpai oleh-Nya dan diselamatkan.