Menantikan Tuhan dengan Bijaksana

Kamis, 7 Desember 2017 – Peringatan Wajib Santo Ambrosius

39

Matius 7:21, 24-27

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.”

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

***

Sukacita Adven masih terlihat dalam pewartaan lanjutan dari Yesaya dalam bacaan pertama hari ini (Yes. 26:1-6). Yesaya melukiskan seruan sukacita umat Israel sendiri atas kedatangan Tuhan. Mereka meyakini Dia yang datang sebagai seorang hakim pembebas yang sejati.

Keyakinan akan datangnya sang Penebus terlihat dari intuisi rohani Yesaya tentang kedudukan dan peran hebat Yerusalem di tanah Yehuda. Diserukannya “kebesaran” kota ini karena dari sanalah sang Pemimpin Dunia akan muncul. “Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita Tuhan telah memasang tembok dan benteng.” Kota ini diperuntukkan bagi orang yang menunjukkan kesetiaan mereka kepada YHWH. Di sisi lain, Allah sendiri juga menjanjikan perlindungan keamanan bagi mereka yang benar-benar setia. Oleh karena itu, Yesaya mengajak seluruh bangsa untuk percaya dan berbalik kepada Allah sebagai kekuatan yang berlangsung sepanjang masa.

Sementara itu, dalam Injil hari ini Yesus berbicara tentang orang yang bijaksana. Orang yang bijaksana adalah mereka yang merenungkan kebesaran dan kemahakuasaan Tuhan, serta memutuskan untuk kembali ke jalan yang dikehendaki-Nya. Ada dua penegasan Yesus yang pantas diperhatikan. Pertama, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam kerajaan Surga, melainkan Dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.” Kedua, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.”

Dengan dua penegasan tersebut, Yesus sebetulnya hendak menyatakan kepada para pengikut-Nya untuk menanggapi dan mempersiapkan kedatangan-Nya secara lebih bermakna atau lebih berbobot. Hal ini berkaitan dengan keputusan dan tekad untuk mulai melaksanakan pembaruan diri. Kita harus memutuskan untuk membangun hidup kita di atas dasar yang lebih kokoh!