Pewartaan Apolos di Efesus

Sabtu, 12 Mei 2018 – Hari Biasa Pekan VI Paskah

65

Kisah Para Rasul 18:23-28

Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid.

Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah. Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.

***

Beberapa informasi dari Kisah Para Rasul tentang Apolos cukup membingungkan. Di satu sisi, Apolos dilukiskan telah menerima pengajaran tentang Jalan Tuhan, yang berarti telah menjadi orang Kristen (Kis. 9:2; 24:14). Dengan bersemangat dan teliti, ia berbicara dan mengajar tentang Yesus. Di sisi lain, Apolos dilukiskan hanya mengetahui baptisan Yohanes. Jika telah menerima pengajaran Jalan Tuhan dan mengajar dengan teliti tentang Yesus, bagaimana mungkin dia hanya mengenal baptisan Yohanes?

Satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa Apolos telah mengenal dan mengetahui ajaran Yohanes tentang Jalan Tuhan (yang berarti mempersiapkan jalan bagi Tuhan, Luk. 3:4). Yohanes juga mengajarkan bahwa seorang yang lebih besar daripada dirinya akan datang setelahnya, tetapi Apolos tidak mengetahui secara terperinci bagaimana nubuat ini terpenuhi di dalam diri Yesus. Jadi, Apolos tampaknya familiar dengan ajaran Yohanes dan beberapa kata-kata serta perbuatan Yesus, tetapi belum mengetahui secara penuh identitas dan misi Yesus.

Meski pengetahuannya belum lengkap, Apolos mulai mewartakan dengan berani di sinagoga. Ketika Priskila dan Akwila mendengarkan pewartaan itu, mereka membawa Apolos ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya tentang Jalan Allah.

Melalui pewartaan Apolos, kita melihat bahwa upaya pewartaan Injil yang dilakukan Paulus tidak hanya diteruskan oleh rekan-rekan kerjanya yang memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam, tetapi juga oleh pewarta lain yang belum memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam. Itulah sebabnya Priskila dan Akwila berusaha melengkapi pengetahuan dan pemahaman Apolos.

Di sini kita melihat ada upaya untuk saling mengisi dan melengkapi dalam pemahaman dan pengetahuan tentang Yesus yang tersalib dan dibangkitkan oleh Allah. Sebagai sesama murid Yesus, kita perlu bekerja sama untuk saling mengisi dan melengkapi satu sama lain.