Marilah Kita Berdoa

Rabu, 10 Oktober 2018 – Hari Biasa Pekan XXVII

48

Lukas 11:1-4

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

***

Bacaan pertama hari ini (Gal. 2:1-2, 7-14) menyatakan bahwa pewartaan Kerajaan Allah melampui batas suku dan bangsa. Pewartaan yang sebelumnya hanya dikhususkan bagi kelompok yang bersunat, kini juga ditujukan kepada mereka yang tidak bersunat. Peranan Paulus sangat penting dalam hal ini, dan itu terjadi setelah dirinya disentuh oleh kasih Yesus.

Paulus dan juga Petrus dipakai oleh Allah untuk mewartakan kasih-Nya terhadap seluruh umat manusia. Rasul-rasul yang lain juga diberi kuasa, kekuatan, kemampuan, dan keberanian untuk bersaksi serta menjadi pewarta Kerajaan Allah. Dengan demikian, semakin banyak orang yang mendengarkan dan percaya akan kebenaran Injil.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga siap dan berani menjadi pewarta Kerajaan Allah? Sebagai orang yang dibaptis, hal itu sudah pasti menjadi tugas kita juga. Salah satu cara membangun kesiapan menjadi pewarta Kerajaan Allah adalah dengan berdoa. Doa menjadi kesempatan, sarana, dan jalan bagi kita untuk menjalin relasi dengan Allah. Dengan doa, kita dimampukan untuk menangkap dan mengenali kehendak Allah, serta menimba kekuatan dari Allah dalam menjalani kehidupan. Doa juga menopang karya misi Gereja dalam mewartakan Kerajaan Allah.

Dengan berdoa, kita pun ikut serta menjaga kelangsungan karya misi Gereja. Dengan berdoa, pertobatan dapat terjadi dan semakin banyak orang akan tergerak untuk membuka hati mereka bagi Allah. Doa menciptakan damai dan keselamatan. Bertekun dan bergembira dalam doa menjadi ciri khas murid-murid Kristus.