Waspada dan Berjaga-jaga

Selasa, 23 Oktober 2018 – Hari Biasa Pekan XXIX

118

Lukas 12:35-38

“Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.”

***

Tuhan tidak pernah lelah dan letih mengingatkan kita agar kita selalu waspada dan berjaga-jaga. Namun, saya pernah mendengar seseorang berkomentar demikian terhadap nasihat tersebut, “Wah, lelah juga kalau hidup dihantui dengan ketakutan terus-menerus. Hidup menjadi tidak damai. Mau berbuat ini dan itu jadi segan karena takut salah. Sudahlah, hidup yang santai-santai saja. Apa yang ingin kita lakukan, lakukan saja. Tidak usah terlalu takut dengan Tuhan. Yang penting jalani hidup ini dengan mengalir saja.”

Sabda Tuhan tentunya tidak bermaksud menakut-nakuti kita. Sabda Tuhan juga tidak bermaksud membuat hati kita menjadi tidak tenang dalam menjalani kehidupan ini. Yang dikehendaki Yesus adalah agar kita berjuang sehingga kelak sungguh-sungguh layak pada saat Dia datang kembali kepada kita. Hidup tidak bisa diisi dengan sembarangan saja. Tidak bisa orang berbuat serampangan, lalu berharap kelak mendapat surga. Yesus tidak menghendaki kita melakukan itu. Hidup itu bernilai, sehingga harus dihargai dan diperjuangkan.

Karena itu, Dia menghendaki agar kita selalu waspada dan berjaga-jaga. Mari kita lihat kehidupan sehari-hari kita. Tidak jarang kita mudah sekali merasa dengki, cemburu, dan berpikir negatif tentang orang lain. Kita curiga dan bahkan iri ketika orang lain mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan.

Godaan demi godaan banyak sekali menghantam hidup kita. Apakah kita akan membiarkan hidup kita tergilas oleh hal-hal tersebut? Adakah semangat dalam diri kita untuk berjuang menghadapinya, untuk menjadi pemenang atas segala hal yang negatif itu? Mari kita ingat nasihat Yesus hari ini, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.” Mari kita perjuangkan hidup kita agar, dalam ziarah kehidupan ini, kita kelak dinyatakan sebagai pemenang oleh Tuhan.