Yesus, Penyembuh Segala Penyakit

Senin, 11 Februari 2019 – Hari Biasa Pekan V

59

Markus 6:53-56

Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

***

Hari ini Gereja merayakan Hari Orang Sakit Sedunia, bertepatan dengan peringatan Santa Perawan Maria dari Lourdes. Penampakan Bunda Maria di Lourdes terjadi pada tanggal 11 Februari 1858, tepatnya di sebuah gua di Massabielle, dekat Lourdes, Perancis Selatan. Bunda Maria menampakkan diri beberapa kali kepada Bernadette Soubirous, dan memperkenalkan dirinya sebagai Yang Dikandung Tanpa Dosa. Bunda Maria meminta agar sebuah kapel dibangun di tempat itu. Bernadette diminta minum dari sumber air yang ada di gua dekat tempat itu. Di situ ternyata tidak ada sumber air sama sekali, tetapi ketika Bernadette menggalinya, air tiba-tiba mulai memancar. Sumber air ini hingga kini masih memancar dan mempunyai daya penyembuhan yang luar biasa.

Karena itu, hari istimewa tersebut ditetapkan menjadi Hari Orang Sakit Sedunia oleh Paus Yohanes Paulus II, dan mulai dirayakan pada 11 Februari 1993. Hari Orang Sakit Sedunia dibaktikan sebagai “hari khusus untuk doa dan berbagi, untuk mempersembahkan penderitaan kita” melalui pengalaman sakit. Tanggal 11 Februari dipilih karena banyak peziarah yang telah disembuhkan melalui doa-doa Bunda Perawan. Selain itu, Gereja juga hendak mengikutsertakan Bunda Maria dalam permohonan akan kesembuhan orang-orang sakit.

Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang menyembuhkan banyak orang sakit. Dikatakan, ke mana pun Yesus pergi – ke berbagai desa maupun kota – orang banyak selalu datang menyongsong-Nya sambil mengusung orang-orang dengan berbagai macam penyakit yang mereka derita. Mereka percaya akan kuasa penyembuhan Yesus, dan iman yang besar ini tidak sia-sia. Kepada yang sakit, Yesus menghadirkan kesembuhan.

Melalui perikop ini, kita diajak untuk menyadari bahwa Yesus adalah satu-satunya penyembuh. Yesus bukan hanya penyembuh dari sakit jasmani, tetapi juga penyembuh penyakit-penyakit rohani. Yesuslah yang dapat melepaskan kita dari segala macam penderitaan. Ia bekerja secara langsung, maupun melalui orang-orang yang memberi perhatian, kasih, dan kepedulian kepada kita.

Secara khusus, mari kita renungkan peran orang-orang yang mengusung orang-orang sakit dan membawa mereka kepada Yesus untuk disembuhkan. Orang-orang sakit biasanya berada dalam keadaan lemah, baik secara fisik maupun mental. Agar bisa pulih, mereka membutuhkan orang lain. Apakah kita memiliki hati untuk menolong orang-orang sakit? Sudahkah kita menjadi penyalur rahmat kesembuhan bagi orang-orang sakit dengan membantu mereka? Ingat, Tuhan membutuhkan hati, pikiran, dan tangan-tangan kasih kita untuk menghibur dan menolong orang-orang sakit. Mari kita memberi perhatian kepada orang-orang yang menderita karena sakit, dengan melakukan apa yang bisa kita lakukan, sekecil apa pun itu.