Bangga Menjadi Pengikut Kristus

Selasa, 6 Agustus 2019 – Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya

49

Daniel 7:9-10, 13-14

Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.

Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

***

Daniel menerima penglihatan. Ia melihat takhta-takhta diletakkan. Salah satu dari takhta-takhta itu terdiri dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan takhta ini. Di atas takhta ini duduklah “Yang Lanjut Usianya.” Rambutnya putih bersih. Ia mengenakan pakaian yang berwarna putih seperti salju.

Selanjutnya, Daniel melihat seseorang seperti Anak Manusia datang dari langit. Ia dibawa ke hadapan Yang Lanjut Usia. Kepada orang yang seperti Anak Manusia itu diberikan kekuasaan, kemuliaan, dan kekuasaan sebagai raja. Lalu orang-orang dari segala bangsa, suku, dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Kekuasaan-Nya abadi dan kerajaan-Nya tidak akan musnah.

Gereja memahami bahwa Dia Yang Lanjut Usianya itu adalah Bapa, dan Anak Manusia itu adalah Yesus Kristus. Dalam Injil, Yesus menyebut diri-Nya Anak Manusia yang datang dari Bapa di surga. Ia datang ke dalam dunia karena Bapa mengutus-Nya untuk menyelamatkan manusia. Setelah menyelesaikan tugasnya, Ia akan kembali kepada Bapa dan memerintah sebagai Raja dalam Kerajaan Surga.

Tindakan untuk menyelamatkan manusia dikerjakan Yesus di kayu salib. Ia mempersembahkan diri sebagai kurban penghapus dosa manusia. Karena dosa mereka sudah dihapus oleh Kristus, manusia dipandang layak untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Setiap orang yang percaya kepada Kristus dengan hidup menurut kehendak-Nya akan diterima sebagai warga kerajaan-Nya di surga.

Ini adalah Kabar Baik bagi kita yang mengikuti Kristus. Dia bukanlah manusia biasa, melainkan Tuhan yang berkuasa atas Kerajaan Surga. Sekarang ini kepercayaan kita akan Yesus Kristus bisa jadi dihina dan direndahkan. Namun, saatnya akan tiba bahwa kebenaran iman kita akan terbukti, dan kita akan menikmati buah iman kita akan Yesus Kristus, yaitu kebahagiaan abadi bersama Raja Kerajaan Surga, yakni Yesus Kristus sendiri, Tuhan dan Penyelamat kita.