Menjadi Terang bagi Sesama

Minggu, 5 Januari 2020 – Hari Raya Penampakan Tuhan

46

Matius 2:1-12

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena darimulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu tampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan saksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

***

“Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena darimulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Sabda Tuhan menubuatkan lahirnya seorang pemimpin di tempat yang tidak biasa. Jauh dari perkiraan banyak orang, sosok yang sangat bernilai tersebut ternyata berasal dari daerah kecil, tidak terkenal, bahkan mungkin terpencil.

Sabda Tuhan tersebut juga mengandung makna bahwa kekuasaan Allah sungguh hebat, dahsyat, dan melampaui pikiran manusia. Kita sebagai pribadi-pribadi yang beriman kepada-Nya diajak untuk tidak ragu bahwa Allah sungguh terlibat dalam kehidupan. Di samping itu, sebagai pribadi-pribadi yang punya keunikan masing-masing, kita diundang pula untuk jangan pernah merasa rendah diri. Meskipun kita mempunyai kelemahan, kuasa Allah akan menjadikan kita sempurna. Allah menyertai dan memampukan kita untuk menjadi pribadi pilihan-Nya.

Hari ini kita merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan. Hari raya ini memuat tugas pengutusan bagi setiap orang Katolik. Allah yang menjelma dalam diri Yesus Kristus, sang Putra, dikunjungi dan dikenali oleh para majus. Yesus memancarkan terang bagi dunia. Ia menjadi sukacita bagi manusia yang merindukan-Nya. Pancaran terang ini menunjuk pada aspek misioner Gereja. Kita diundang untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus, sang Terang, dan dengannya diharapkan mengalami pembaruan hidup. Sesudah itu, kita didorong untuk memancarkan terang kepada dunia sekitar melalui pikiran, perkataan, perbuatan, maupun sikap kita.

Jadilah terang dunia! Terang itu dapat berupa sikap jujur, disiplin, peduli, bertanggung jawab, dan sebagaianya. Kita adalah pribadi-pribadi yang secitra dengan Allah. Karena itu, hendaknya dalam kehidupan ini kita menghadirkan dan memancarkan citra Allah. Jangan takut, meski kita ini kecil dan sederhana, punya kekurangan dan kelemahan, kita tetap dapat menjadi terang bagi sesama.