Datang kepada Tuhan

Sabtu, 11 Januari 2020 – Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

41

1 Yohanes 5:14-21

Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.

Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa. Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut. Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya. Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

***

Dasar dari keberanian kita untuk datang kepada Tuhan adalah iman bahwa Ia akan mengabulkan permohonan dan akan menolong kita. Kita bersikap demikian karena percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Kita menaruh pengharapan hanya kepada-Nya.

Lalu, bagaimana jika pertolongan dari Tuhan tidak segera datang? Dari pengalaman, banyak orang menjadi kecewa kepada Tuhan karena pengaduan mereka tampaknya tidak ditanggapi. Ada pula yang bahkan sampai menyalahkan Dia.

Namun, dalam situasi yang sama, sejumlah orang tetap sabar dan setia menantikan pertolongan Tuhan. Mereka mengimani bahwa Tuhan akan menolong seturut kehendak-Nya, bukan kehendak manusia. Karena itu, mereka tetap menyandarkan hidup dan memasrahkan segalanya kepada penyelenggaraan Tuhan, sebab Tuhan tahu yang terbaik bagi mereka.

Masuk dalam kelompok yang manakah kita ketika memohon pertolongan Tuhan? Penulis Surat Yohanes yang Pertama menegaskan kepada kita, “Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” Jika direfleksikan lebih dalam, pernyataan itu menunjukkan bahwa ada sesuatu yang harus diperbarui dan ditata ulang mengenai doa dan permohonan kita kepada Tuhan. Kita harus mempertanyakan, “Sesuaikah permohonan kita dengan kehendak-Nya?”

Namun, bagaimana kita dapat mengenali kehendak Tuhan? Secara sederhana, caranya adalah dengan tidak melulu berfokus pada diri sendiri dan pada pemenuhan keinginan pribadi. Kita harus menyadari bahwa kita berasal dari Allah, sehingga harus selalu menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Allah berkehendak untuk menyelamatkan manusia. Marilah kita hidup seturut kehendak-Nya, termasuk ketika meminta pertolongan dari-Nya.