Menjadi Nikodemus Masa Kini

Sabtu, 28 Maret 2020 – Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

47

Yohanes 7:40-53

Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” Yang lain berkata: “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.” Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.

Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?” Jawab penjaga-penjaga itu: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: “Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!” Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?” Jawab mereka: “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.”

Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.

***

Di tengah-tengah permusuhan yang datang dari berbagai penjuru, bacaan Injil hari ini menunjukkan beberapa pihak yang berani membela Yesus. Yang pertama adalah para penjaga yang tidak mau menangkap Yesus. Yang kedua adalah Nikodemus yang membela Yesus dengan berpegang pada ketentuan Taurat.

Kedua pihak tersebut sama-sama dilihat secara negatif oleh banyak orang, terutama imam-imam kepala dan orang Farisi yang menginginkan kematian Yesus. Mari kita perhatikan sikap Nikodemus. Nikodemus adalah pribadi yang luar biasa. Ia tidak takut terhadap pandangan dan perkataan pihak lain kepadanya. Prinsip untuk memperjuangkan yang benar ia pegang dengan teguh. Ia tidak mau menghukum seseorang tanpa lebih dahulu mengetahui apa yang diperbuat oleh orang itu.

Saudara-saudari yang terkasih, kita pun dipanggil untuk dengan teguh memegang ajaran Tuhan, serta dengan berani membela mereka yang lemah, miskin, telantar, dan yang diperlakukan secara tidak adil. Kenyataan menunjukkan bahwa penderitaan yang dialami Yesus masih terus berlangsung dalam sejarah umat manusia hingga saat ini. Banyak orang berlaku tidak adil; banyak orang suka mengucilkan dan merendahkan orang-orang lemah dan tak berdaya; banyak pula yang suka bersikap rasis, sombong, dan sewenang-wenang karena merasa diri mereka kelompok mayoritas.

Setiap orang yang berkomitmen mengikut Yesus dipanggil untuk berani mengambil peran sama seperti yang dilakukan Nikodemus dalam Injil hari ini. Kita diundang untuk berani menerima Yesus, berani pula mewartakan dan menghidupi ajaran-ajaran-Nya dengan teguh. Yesus datang ke dunia untuk mengalahkan kejahatan dengan cinta kasih. Kemenangan telah diraih-Nya melalui salib. Kemenangan ini harus kita teruskan di tengah tantangan dunia sekarang. Dunia membutuhkan perbuatan-perbuatan konkret kita, Nikodemus-nikodemus muda zaman ini!