Memelihara Kesatuan dengan Kristus

Rabu, 13 Mei 2020 – Hari Biasa Pekan V Paskah

78

Yohanes 15:1-8

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

***

Bacaan pertama masih melanjutkan pergumulan yang dialami Paulus dan Barnabas dalam pelayanan mereka (Kis. 15:1-6). Kali ini, bersama rasul-rasul lain, mereka bergumul dengan persoalan adat istiadat Yahudi yang menjadi asal mula pewartaan mereka tentang Kristus. Persoalannya adalah menghubungkan panggilan menjadi pengikut Kristus dengan latar belakang anggota-anggota jemaat yang bukan orang Yahudi. Apakah mereka harus mengikuti tradisi Yahudi? Apakah mereka harus disunat?

Menghadapi persoalan tersebut, kedua rasul mengambil langkah yang tepat, yang selanjutnya menjadi sumber inspirasi dan kekuatan mereka. Mereka membawa pergumulan dan masalah-masalah yang mereka hadapi untuk dibicarakan dan diselesaikan dalam komunitas para rasul. Inilah teladan pastoral bagi kita semua: Persoalan-persoalan dalam pelayanan jemaat hendaknya tidak menjadi masalah pribadi, tetapi dengan rendah hati perlu dibawa kepada komunitas pelayan sabda untuk diselesaikan bersama.

Peranan dan kedudukan komunitas para rasul sebagai penentu keputusan-keputusan penting seputar iman dan pelayanan secara tidak langsung ditegaskan oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Di hadapan para murid, Yesus secara metaforis menyebut diri-Nya sebagai “pokok anggur yang benar.” Dengan ini, Yesus menegaskan bahwa Ia adalah dasar, pokok, landasan, dan sumber satu-satunya untuk seluruh pewartaan. Ketika Ia secara fisik tidak lagi bersama mereka, Roh dan wewenang Ia lekatkan pada para rasul yang dibentuk dan dikuduskan oleh-Nya.

Selanjutnya, Yesus berkata, “Ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Dengan ini, Ia mengingatkan para rasul bahwa dalam pewartaan, mereka harus merawat komitmen dan kesetiaan kepada-Nya. Mereka akan berhasil menjalankan semua tugas pengutusan dengan baik kalau tetap memelihara kesatuan dengan Kristus sendiri sebagai dasarnya. Mereka akan mampu membuat keputusan-keputusan iman yang tepat kalau tetap setia menyatu dengan-Nya.

Dengan demikian, kedua bacaan hari ini mengingatkan kita untuk selalu mendengarkan apa yang diajarkan Gereja sebagai pokok iman dan pelayanan kita. Gereja didirikan oleh Kristus, dan para rasul dibentuk serta ditugaskan Kristus untuk memimpin Gereja di dunia ini dalam rangka memelihara iman dan menghadirkan keselamatan. Karena itu, marilah kita menjaga kesetiaan kita kepada Kristus dan Gereja-Nya dalam kondisi dan situasi apa pun.