Ambil Bagian dalam Karya Yesus

Jumat, 18 September 2020 – Hari Biasa Pekan XXIV

49

Lukas 8:1-3

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

***

Dalam karya pelayanan Gereja, kaum perempuan rasa-rasanya lebih banyak terlihat daripada kaum laki-laki. Kehadiran kaum perempuan dapat kita lihat di kelompok paduan suara, petugas liturgi, bahkan di kalangan umat sendiri. Peran aktif ini ternyata sudah terjadi pada zaman Yesus. Tugas serta pelayanan Yesus dan para murid disokong oleh kaum perempuan. Itulah yang kita dengar dalam bacaan Injil hari ini.

Penginjil Lukas menyebut sejumlah nama, yakni Maria Magdalena, Yohana istri Khuza, dan Susana. Selain mereka bertiga, masih ada banyak perempuan lain. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Yang menyatukan mereka adalah keterikatan kepada Yesus. Hidup mereka mendapatkan isi dan arahan dari-Nya. Karena merasa telah dicurahi kasih dan rahmat, mereka terdorong untuk terlibat dalam karya-karya Yesus. Dalam hal ini, mereka tidak mencari keuntungan diri. Fokus mereka adalah Yesus yang telah mengasihi mereka. Apa yang dilakukan Yesus menjadi dasar, arah, dan tujuan hidup serta karya-karya mereka. 

Perempuan-perempuan itu memanfaatkan kepunyaan mereka untuk menunjang karya-karya Yesus di dunia ini. Kecakapan, keahlian, dan talenta mereka dikerahkan untuk membantu orang-orang yang dilayani Yesus. Demikianlah mereka ambil bagian dalam pewartaan Kerajaan Allah. Mereka melakukan itu semua dengan sukarela dan hati yang gembira.

Kita dapat belajar banyak dari perempuan-perempuan itu. Sudahkah kita ambil bagian dalam pewartaan Kerajaan Allah yang dilakukan Yesus? Banyak hal dapat kita lakukan sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Kerajaan Allah tidak hanya soal membaca Kitab Suci dan mengikuti perayaan Ekaristi, tetapi mencakup pula bagaimana isi Kitab Suci dan perayaan Ekaristi terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Ini berarti kita bisa menghadirkan kasih Allah kapan saja dan di mana saja kita berada.