Misionaris Cinta Kasih

Kamis, 3 Desember 2020 – Pesta Santo Fransiskus Xaverius

74

Markus 16:15-20

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

***

Setiap utusan Allah pertama-tama dan terutama dipanggil untuk percaya dan untuk semata-mata mengandalkan penyelenggaraan ilahi dalam hidupnya. Saya dan Anda adalah utusan-utusan Allah yang diundang untuk mewartakan kasih-Nya dalam kehidupan ini.

St. Fransiskus Xaverius yang kita peringati hari ini dapat menjadi teladan kita. Ia menjalankan tugas pengutusannya dengan baik, yakni dengan mewartakan Injil ke berbagai tempat. Ini sejalan dengan pesan Yesus sendiri, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Tugas itu dijalankan oleh St. Fransiskus Xaverius, sebab ia yakin akan penyertaan Allah yang memampukannya mengatasi segala rintangan yang ada. Bekal dan aneka kuasa dari Yesus sungguh ia rasakan, sehingga ia merasa tenang dalam hidup dan dalam menjalani panggilannya.

Tugas pengutusan untuk mewartakan Injil adalah sebuah keharusan, sebab tidak merupakan niat kita sendiri, tetapi berasal dari Allah. Ia mempercayakan tugas ini kepada kita semua. Itu sebabnya Paulus dalam bacaan pertama hari ini (1Kor. 9:16-19, 22-23) menegaskan bahwa upah yang ia terima dengan mewartakan Injil adalah “boleh memberitakan Injil tanpa upah.” Paulus mempersembahkan hidupnya melulu bagi tugas pewartaan Injil tanpa kepentingan lain. Inilah tanda seorang utusan Allah yang sungguh-sungguh yakin akan penyertaan Allah.

Bermisi, menjalankan pengutusan, dan mewartakan Injil merupakan cara hidup seorang Katolik. Bagaimana kita dapat mewujudkannya? Yakni dalam kehidupan harian kita, entah di rumah, lingkungan, masyarakat,  tempat umum, tempat kerja, dan sebagainya. Di mana pun kita berada, kita diundang untuk terus-menerus menjadi misionaris cinta kasih. Ketekunan, kejujuran, kegembiraan, kerja keras, pengorbanan, dedikasi, tanggung jawab, disiplin, dan kesetiaan dapat menjadi jalan kita untuk bermisi tentang kasih.

Saudara-saudari sekalian, mari menjadikan hidup kita berkat bagi sesama.