Bekerja dalam Tim

Jumat, 22 Januari 2021 – Hari Biasa Pekan II

61

Markus 3:13-19

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

***

Yesus sadar bahwa Ia tidak bisa bekerja sendirian. Ia perlu melibatkan banyak orang dalam karya pewartaan-Nya. Oleh karena itu, Yesus membentuk kelompok rasul. Ia mendidik mereka dan memberi kuasa kepada mereka. Para rasul berasal dari kalangan jelata, bukan kaum elite. Namun, Yesus berhasil membentuk mereka menjadi pribadi-pribadi yang tangguh. Ketika Yesus kembali kepada Bapa, para rasul meneruskan karya-karya-Nya. Mereka pergi ke mana-mana untuk mewartakan Injil. Berkat para rasul, Gereja Kristus tersebar di seluruh dunia dan berdiri kokoh hingga saat ini.

Cara Yesus dalam mengelola karya pewartaan ini menyadarkan kita akan betapa pentingnya teamwork. Dengan bekerja dalam tim, kita memperkaya satu sama lain, baik itu berkaitan dengan ide-ide, metode, maupun strategi kerja. Tidak hanya itu, keberadaan tim juga membuat kita bekerja dalam semangat persaudaraan. Kita berbagi mimpi dan harapan, serta membangun jaringan-jaringan kebaikan. Dengan begitu, hasil kerja kita kiranya lebih efektif dan efisien.

Tantangan teamwork adalah semangat single fighter. Kita mungkin pernah berjumpa dengan orang yang suka bekerja sendirian. Bisa jadi kita sendiri termasuk dalam tipe ini. Single fighter adalah orang yang suka bekerja sendirian. Ketika bekerja bersama orang lain, ia cenderung mendominasi dan mendikte. Cara kerja seperti ini kiranya tidak tepat dan tidak relevan lagi. Kondisi zaman sekarang menuntut kita untuk membangun jejaring sosial. Alih-alih bekerja sendirian, kita perlu berkolaborasi dengan banyak orang. Oleh karena itu, kita perlu teamwork.