Mengalami Yesus yang Bangkit

Senin, 5 April 2021 – Hari Senin dalam Oktaf Paskah

51

Matius 28:8-15

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan cerita ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

***

Bacaan Kitab Suci hari ini berisi tentang perjumpaan dua orang perempuan dengan Yesus yang bangkit (bacaan Injil, Mat. 28:8-15), dan bagaimana Petrus dengan berani tampil di depan umum untuk mewartakan siapakah Yesus Kristus itu (bacaan pertama, Kis. 2:14, 22-32).

Pada hari Pentakosta, Petrus tampil di depan orang banyak. Ia meringkas seluruh perjalanan hidup Yesus Kristus selama di dunia. Dengan terus terang dan penuh semangat, Petrus menjelaskan tentang karya-karya Yesus, hingga saat kematian dan kebangkitan-Nya. Petrus bersaksi dan mewartakan Kristus yang bangkit dengan sungguh-sungguh, dengan penuh keberanian, dan dengan keyakinan diri yang sangat kokoh.

Keberanian dan kepercayaan diri yang kokoh terlihat juga dalam bacaan Injil hari ini. Maria Magdalena dan Maria yang lain sebelumnya datang ke makam Yesus dengan perasaan sedih. Sikap itu berubah secara total, di mana mereka kemudian menjadi pribadi-pribadi yang penuh sukacita dan berani untuk mewartakan kebangkitan Kristus kepada murid-murid yang lain. Ini terjadi karena mereka dijumpai secara langsung oleh Yesus yang bangkit. Pengalaman perjumpaan sungguh merupakan pengalaman yang mengubah. Dari orang-orang yang ketakutan, putus asa, dan tak berpengharapan, mereka berubah menjadi saksi-saksi yang gigih dan berani.

Perayaan Paskah sesungguhnya merupakan perayaan perjumpaan dengan Kristus yang bangkit. Umat beriman diajak untuk menghidupi dan merasakan secara lebih dekat bagaimana rasanya berjumpa dengan Dia yang bangkit. Hanya dengan itu, orang bisa beralih dari cara hidup yang lama menuju cara hidup yang baru. Menjadi saksi kebangkitan Tuhan hanya bisa sungguh dihidupi jika orang sungguh merasakan secara mendalam pengalaman perjumpaan dengan Dia yang menderita dan bangkit dalam peristiwa Paskah. Merayakan Paskah berarti merayakan pengalaman konkret kebangkitan Kristus dengan seluruh jiwa dan raga kita. Perayaan ini harus menjadi dasar, sekaligus api yang mengobarkan semangat kesaksian kita.