Yudas: Pahlawan atau Pengkhianat? (1)

1996

Sepanjang sejarah Gereja, Yudas Iskariot telah menjadi tokoh yang kontroversial. Sebagian orang menganggapnya sebagai pengkhianat karena telah menjual Yesus; sebagian lain menganggapnya pahlawan karena pengkhianatan yang dilakukannya telah membuat Yesus mati di salib dan penyaliban Yesus itu mendatangkan penebusan bagi manusia. Bagaimana seharusnya memandang perbuatan Yudas yang telah menyerahkan Yesus ke tangan para lawan-Nya? Untuk menanggapi persoalan ini, baiklah kita melihat bagaimana para penulis Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) memberi kesaksian tentang pengkhianatan Yudas.

Matius 26:14-16. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus

Markus 14:10-11. Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus

Lukas 22:3-6. Lalu masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu. Yudas pun pergi kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka. Mereka sangat gembira dan sepakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya. Ia menyetujuinya, dan mulai mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak.

Yudas: Pengkhianat

Pandangan bahwa Yudas lebih tepat dikatakan sebagai seorang pengkhianat merupakan pandangan yang diterima oleh orang kristiani pada umumnya. Kalau kita menengok Injil, khususnya dalam daftar para murid Yesus, jelas dikatakan bahwa ia adalah yang mengkhianati Yesus (Mat. 10:4; Mrk. 3:19; Luk. 6:16).

Pandangan ini didukung oleh kesaksian Injil Matius dalam kisah sengsara yang disusunnya. Matius menyatakan bahwa Yudas menjual gurunya itu dengan harga tiga puluh keping uang perak. Dengan pernyataan ini dapat dikatakan bahwa Yudas yang dikenal sebagai bendahara kelompok Yesus melihat adanya kesempatan untuk mendapatkan uang dengan menyerahkan gurunya kepada para musuh-Nya. Ini berarti uang adalah tujuan utama Yudas. Untuk mendapatkan uang itu ia sampai hati mengorbankan gurunya sendiri.

Bila kita mengingat sejarah terbentuknya Injil-injil, tampak bahwa Injil Matius adalah Injil yang paling populer di kalangan Gereja sejak awal. Injil ini paling banyak digunakan untuk mengajar dan paling banyak dibacakan. Karena itu, Injil Matius juga paling banyak mempengaruhi pemahaman umat. Itulah sebabnya kebanyakan orang kristiani mempergunakan kesaksian Matius mengenai Yudas dan menempatkan dirinya sebagai pengkhianat.

(Bersambung)