Tanggung Jawab Moral

Selasa, 21 November 2017 – Peringatan Wajib Santa Maria Dipersembahkan kepada Allah

340

Lukas 19:1-10

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

***

Setiap orang pasti mempunyai nilai dan prioritas hidup, dan dalam rangka itu ia bisa jadi menjadikan orang lain sebagai teladan atau model bagi dirinya. Jika orang itu melihat kekuatan dan kekuasaan sebagai nilai yang berharga, bisa jadi ia akan mengagumi orang yang mempunyai kekuatan istimewa, seperti Simson atau tokoh-tokoh lainnya. Jika orang itu menghargai nilai-nilai religius, bisa jadi ia akan mengagumi orang seperti Eleazar dan Zakheus, dua tokoh yang muncul dalam bacaan hari ini.

Eleazar (muncul dalam bacaan pertama hari ini, 2Mak. 6:18-31) merupakan seorang ahli Taurat yang berwibawa dan sudah lanjut usia. Ia menunjukkan kekuatan religius yang luar biasa ketika lebih memilih untuk mati daripada menuruti paksaan untuk memakan makanan yang dilarang (makanan haram). Kematiannya sungguh melukiskan makna hidup yang ia imani: ia mau memegang teguh iman yang bersumber dari Tuhan.

Zakheus dalam bacaan Injil hari ini adalah seorang pribadi yang dipandang sebelah mata, tidak hanya karena ia seorang pemungut cukai, tetapi juga karena badannya pendek. Namun, setelah pertemuannya dengan Yesus, Zakheus menunjukkan kekuatan spiritual yang mendalam, sebab ia sungguh-sungguh mengubah hal-hal yang salah dalam hidupnya.

Setiap orang memiliki nilai dan prioritas hidup. Pertanyaannya, mampukah kita menjadi inspirator, teladan, atau model bagi orang lain karena iman dan nilai-nilai kehidupan yang kita miliki? Salah satu dari tanggung jawab moral sebagai orang Katolik adalah menginspirasi dan menguatkan orang lain melalui iman dan kesaksian hidup. Marilah kita terus berjuang untuk bertanding dalam pertandingan yang baik; berlari di lintasan yang tepat sampai garis akhir; dan menjaga iman kita hingga akhir hayat.