Pada Hari Penghakiman

Rabu, 22 November 2017 – Peringatan Wajib Santa Sesilia

152

Lukas 19:11-28

Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”

Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

***

Ketika mendengar istilah “hari penghakiman,” apa yang terlintas dalam benak dan perasaan kita? Hari penghakiman adalah sebuah “hari pembalasan,” saat di mana kita harus mempertanggungjawabkan hidup kita dan menerima apa yang harus kita terima. Pada saat itu, hanya kita sendiri yang tahu apa yang harus dikatakan. Itulah hari di mana mulut kita sendiri akan mengucapkan penghakiman atas diri kita.

Gambaran tentang hari penghakiman dilukiskan oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Seorang hamba harus menerima “balasan” atas apa yang ia lakukan terhadap perintah raja. Sang raja memberikan sejumlah uang kepada semua hambanya untuk dilipatgandakan. Hamba pertama dan kedua melaksanakan perintah raja dengan baik, tetapi hamba ketiga tidak berbuat apa-apa. Atas sikap dan keputusannya itu, pada akhirnya ia harus menerima hukuman yang setimpal.

Apa yang diharapkan dari kita? Kita diingatkan akan pahala yang akan kita terima jika kita setia kepada Tuhan dan melaksanakan perintah-Nya. Patut diingat bahwa kesetiaan kita kepada Tuhan senantiasa diuji. Kita mungkin saja tidak mengalami siksaan fisik karena iman, tetapi kita selalu berhadapan dengan ujian dan cobaan setan untuk berbuat dosa dan melawan perintah Tuhan. Setan akan menggoda kita secara halus agar kita mengabaikan dan menentang perintah-Nya.

Karena itu, kita perlu terus berdoa kepada Tuhan agar dibebaskan dari segala yang jahat dan dianugerahi rahmat untuk hidup suci. Semoga dengan itu, ketika harus mempertanggungjawabkan hidup kita pada hari penghakiman, kita dianugerahi berkat berlimpah oleh-Nya.