WB No. 2 (2018)

205

ARTIKEL UTAMA: MENELUSURI JEJAK-JEJAK SEDEKAH DALAM PERJANJIAN LAMA (R.F. Bhanu Viktorahadi Pr)

Jika ditelusuri dalam Perjanjian Lama, ungkapan “sedekah” atau lebih tepatnya “bersedekah” sebagai wujud aktivitas seseorang tidak bisa dikaitkan dengan niat dan tindakan baik nan luhur yang keluar sekadar dari rasa kemanusiaan. Aktivitas bersedekah haruslah merupakan ungkapan belas kasihan seorang manusia terhadap manusia lainnya, terutama yang miskin di hadapan Allah. Dengan kata lain, suatu tindakan belas kasihan baru bisa dinyatakan sebagai sedekah hanya jika dilaksanakan di hadapan Allah.

ARTIKEL UTAMA: WAWASAN PERJANJIAN BARU TENTANG MEMBERI SEDEKAH (Hortensius F. Mandaru)

Konsep memberi sedekah dalam Perjanjian Baru, khususnya dalam Lukas dan Kisah Para Rasul, amat dipengaruhi oleh muatan makna konsep ini dalam tulisan-tulisan dari periode antar perjanjian. Dalam tulisan-tulisan dari zaman setelah pembuangan tersebut, umumnya kata “berbelas kasih” mengerucut artinya menjadi memberi sedekah. Praksis memberi sedekah terutama mempunyai dua fungsi, yaitu membersihkan dosa seseorang dan menyelamatkan dia dari maut.

ARTIKEL UTAMA: SEDEKAH DALAM TRADISI GEREJA (Martin Chen Pr)

Kebiasaan memberi sedekah atau derma merupakan hal yang melekat dalam sejarah kekristenan. Sedekah yang mulanya adalah tindakan amal kasih individual bagi orang miskin kini telah berkembang menjadi sebuah karya pelayanan sosial Gereja yang menyeluruh bagi kaum miskin dan menderita (diakonia). Karya cinta kasih (diakonia) ini menjadi aspek hakiki dari kehidupan Gereja, sebagaimana halnya karya pewartaan (kerygma-martyria) dan karya pengudusan (liturgi).

KERASULAN KITAB SUCI: KERASULAN KITAB SUCI (Y.M. Seto Marsunu)

Penggunaan Alkitab di kalangan umat Katolik merupakan suatu hal yang relatif baru. Berabad-abad lamanya umat Katolik terasing dari Kitab Suci dan tidak pernah bergaul dengannya. Konsili Vatikan II menjadi tonggak penting dalam sejarah peran Kitab Suci dalam kehidupan Gereja. Berangkat dari keputusan yang dihasilkan oleh Konsili Vatikan II, tulisan ini meninjau penggunaan Alkitab di dalam keluarga-keluarga Katolik.

PERIKOP-PERIKOP SULIT: DOSA BERAWAL DARI PEREMPUAN? (Jarot Hadianto)

Ada tertulis dalam kitab Bin Sirakh, “Permulaan dosa dari perempuan dan karena dialah kita sekalian mesti mati” (Sir. 25:24). Mengapa Bin Sirakh sampai berkata demikian? Benarkah pengajaran itu? Bagaimana ajaran itu kita pahami pada zaman sekarang ini?

APA KATA KITAB SUCI TENTANG … HARTA MILIK DALAM INJIL LUKAS DAN KISAH PARA RASUL 3 (Alfons Jehadut)

Tidak semua orang yang percaya kepada Yesus menjual segala milik mereka dalam menanggapi perintah Yesus. Ada sekelompok perempuan yang tidak menjual segala milik mereka untuk dibagikan kepada orang miskin. Namun, mereka berjalan bersama Yesus dan para murid-Nya melintasi Galilea. Mereka melayani Yesus dan para murid-Nya dengan kekayaan mereka itu.