Kekerasan dalam Alkitab (9)

121

Allah dan Kekerasan

Bersama Lefebure (2003:126), kita dapat menyimpulkan bahwa pewahyuan Allah yang terekam dalam Alkitab terjalin erat dengan kekerasan, tetapi dengan cara-cara yang sangat kontras. Di satu sisi, dalam tradisi perang suci, Alkitab menyajikan tindakan kekerasan seolah-olah langsung dikehendaki atau bahkan dilakukan oleh YHWH sendiri. Tradisi itu mempunyai akibat yang berkepanjangan dalam sejarah kekristenan, misalnya dalam perang salib abad pertengahan, perang penjajahan pada zaman modern, dan pembersihan etnis pada masa sekarang. Selain itu, pertentangan antara umat Yahudi dan Yesus yang dalam Perjanjian Baru sering diungkapkan dalam bahasa kekerasan telah menyumbang pada anti-Semitisme yang penuh kejahatan sepanjang sejarah.

Perang suci dan bahasa kekerasan itu memerlukan pengamatan tajam dan refleksi kritis yang mengambil titik tolaknya dari sisi lain yang terdapat dalam seluruh Alkitab, khususnya dalam kitab nabi-nabi dan Injil. Di situ Allah dinyatakan dalam penderitaan hamba Tuhan dan kematian Yesus sebagai model perjuangan tanpa kekerasan. Allah menyatu dengan penderitaan orang tak bersalah. Dalam solidaritas-Nya itu, Allah tidak menuntut balas, sebaliknya justru bersedia menjadi korban kekerasan. Tradisi ini telah menghasilkan pula suatu sejarah kekristenan yang panjang, yang penuh keprihatinan untuk orang-orang tertindas, yakni perjuangan untuk keadilan, pertanyaan-pertanyaan terhadap kekuasaan, dan usaha mencari perdamaian.

Kedua sisi itu memang sulit diserasikan. Bagi umat Kristen, ajaran dan teladan Yesus merupakan hal sentral dan dari situ pandangan lain yang mendukung kekerasan perlu dinilai dan dilihat secara kritis. Hal ini tidak dapat ditunda lagi mengingat akibat-akibatnya yang tragis untuk sejarah umat manusia, khususnya untuk bangsa kita sekarang.***

Kepustakaan

Aichele, George, 1998, “Jesus’ Violence”, dalam Tina Pippin, Violence, Utopia and the Kingdom of God: Fantasy and Ideology in the Bible, London: Routledge.

Ariarajah, S. Wesley, “Religion and Violence: A Protestant Christian Perspective,” The Ecumenical Review 55 (2003):136-44.

Bailie, Gil, 1995, Violence Unveiled: Humanity at Crossroads, New York: Crossroads.

Brueggemann, Walter, 1986, Revelation and Violence: A Study in Contextualization, Milwaukee: Marquette UP.

————————–, 1997, Theology of the Old Testament, Minneapolis: Fortress Press.

Buber, Martin, 1967, The Philosophy of Martin Buber, ed. P.A. Schilp, La Salle: Open Court,.

Collins, John J., “The Zeal of Phinehas: The Bible and the Legitimation of Violence,” JBL 122 (2003):3-21.

Desjardin, Michel, 1997, Peace, Violence, and the New Testament, Sheffield: Academic Press.

Ellul, Jacques, 1978, Violence: Reflection from a Christian Perspective, New York: Mowbrays.

Freedman, David Noel, & Michael J. McClymond, “Religious Traditions, Violence, and Nonviolence,” in Encyclopedia of Violence, Peace and Conflict, ed. Lester Kurtz, Boston: Academic Press, 1999, Vol. 3, 229-39.

Girard, Rene, 1972, Violence and the Sacred, Baltimore: John Hopkins.

Hens-Piazza, Gina, “Violence in Joshua and Judges,” Bible Today 39 (2001):197-203.

Kekerasan, Gema Duta Wacana 50 (1995):1-27.

Lefebure, Leo D., 2003, Penyataan Allah, Agama, dan Kekerasan, Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Lohfink, Norbert, “’Holy War’ and the ‘Ban’ in the Bible.” Theology Digest 38 (1991):109‑14.

North, Robert, “Violence in the Bible: The Girard Connection,” CBQ (1985):1-27.

Rad, Gerhard von, 1991, Holy War in Ancient Israel, Grand Rapids: Eerdmans.

Villar, Evaristo, “Does the Bible Portray a Violent God?”, Theology Digest 30 (1982):203-7.