Kolekte menurut Kitab Suci (3)

483

Referensi yang lebih jelas

Referensi yang lebih jelas tentang kolekte bagi anggota jemaat yang membutuhkan dapat kita temukan dalam surat-surat Paulus, khususnya 2Kor. 8 – 9. Idealisme Paulus ketika meminta jemaat Korintus memberikan kolekte adalah bukan untuk membebani, melainkan untuk menciptakan keseimbangan atau kesetaraan. “Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. Hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan” (2Kor. 8:13-14). Permintaan kolekte bagi jemaat miskin di Yerusalem dimaksudkan supaya ada keseimbangan atau kesetaraan. Sebab, jemaat bukan Yahudi seperti jemaat Korintus telah menerima harta rohani dari Gereja Yerusalem, bunda dari semua Gereja. “Keputusan itu memang telah mereka ambil, tetapi itu adalah kewajiban mereka. Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka” (Rm. 15:27).

Untuk mendukung idealismenya, Paulus menampilkan dasar pertimbangan pengumpulan kolekte secara sukarela bagi jemaat miskin di Yerusalem. Motivasi dasarnya bukan pertimbangan manusiawi, tetapi teladan hidup Kristus sendiri. “Karena kamu telah mengenal anugerah Tuhan bahwa sekalipun Ia kaya, oleh karena kamu Ia menjadi miskin, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya” (2Kor. 8:9). Di sini Paulus berpikir tentang misteri inkarnasi yang mirip dengan himne Filipi. “Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia” (Flp. 2:6-7).

Bagaimana mekanisme pemberian kolekte? Paulus memberikan petunjuk secara sekilas pada bagian akhir tubuh suratnya kepada jemaat di Korintus. “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing – sesuai dengan apa yang kamu peroleh – menyisihkan sesuatu dan menyimpannya, supaya jangan pemberian itu baru diadakan pada saat aku datang. Sesudah aku tiba, aku akan mengutus orang-orang, yang kamu anggap layak, disertai dengan surat-surat pengantar ke Yerusalem untuk menyampaikan pemberianmu. Kalau ternyata penting bahwa aku juga pergi, maka mereka akan pergi bersama-sama dengan aku” (1Kor. 16:2-4). Mekanisme ini mengisyaratkan bahwa struktur administrasi keuangan dalam Gereja belum ada. Masing-masing anggota jemaat menyimpan uang kolekte secara pribadi sebelum orang yang diutus untuk mengumpulkannya datang kepada mereka.

Mekanisme pemberian kolekte diberikan sebagai jawaban atas pertanyaan jemaat “tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus” (1Kor. 16:1). Pertanyaan ini dijawab oleh Paulus dengan memberikan sebuah petunjuk, “Hendaklah kamu melakukannya sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada jemaat-jemaat di Galatia” (1Kor. 16:2). Petunjuknya sama dengan yang disampaikannya kepada jemaat-jemaat di Galatia. Namun, sayangnya petunjuk itu tidak kita miliki lagi. Kita tidak lagi menemukan catatan seputar mekanisme pengumpulan kolekte dalam surat Galatia.

(Bersambung)