WB No. 3 (2022)

37

ARTIKEL UTAMA: HOSEA DAN ALLAHNYA (Indra Sanjaya Pr)

Perkawinan Hosea merupakan salah satu topik yang hangat dibicarakan kalau orang berbicara tentang kitab Nabi Hosea. Melalui kisah perkawinan nabi, Allah mau mengingatkan siapa diri-Nya yang sebenarnya. Dia adalah Allah dan bukan manusia; Ia lebih suka kasih setia dan bukan kurban sembelihan. “Biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik.” Dengan narasi Hosea ini, kiranya mau ditampilkan gambaran tentang Allah yang maharahim.

ARTIKEL UTAMA: TUHAN YANG BERBELASKASIHAN SEPERTI ORANG TUA (Hos. 11) (F.X. Marmidi SCJ)

Kitab Hosea memberi gambaran dalam metafora tentang relasi antara Tuhan Allah dan umat-Nya. Bila Hos. 1 – 3 menghadirkan Tuhan sebagai suami yang mencintai istrinya (umat-Nya), Hos. 11 menggmbarkan Tuhan sebagai orang tua yang mampu membuktikan bahwa cinta dan belas kasihan itu mengampuni dan mengatasi kemarahan. Gambaran ini menginspirasi relasi kekeluargaan antara orang tua dan anak sepanjang zaman.

ARTIKEL UTAMA: HARTA KESAYANGAN, KERAJAAN IMAM, DAN BANGSA YANG KUDUS (Albertus Purnomo OFM)

Dalam narasi Sinai, perikop Kel. 19:3-6 menjadi teks kunci yang perlu dikaji secara mendalam. Perikop ini mengungkapkan gagasan teologis dasariah tentang identitas bangsa Israel. Identitas bangsa Israel itu dirinci dalam tiga status yang dianugerahkan YHWH, yaitu harta kesayangan YHWH, kerajaan imam, dan bangsa yang kudus.

KERASULAN KITAB SUCI: NUBUAT HOSEA: CARA SEDERHANA UNTUK MENGAJAR UMAT TENTANG KITAB HOSEA (Y.M. Seto Marsunu)

Seperti kitab-kitab para nabi lain, kitab Hosea tidak segera dapat dipahami oleh umat yang belum pernah mempelajarinya. Orang yang membaca kitab ini sendiri akan mengalami banyak persoalan dan akan menemui banyak pertanyaan. Misalnya, bagaimana mungkin Allah menyuruh seorang nabi mengawini seorang pelacur? Bukankah nabi adalah orang yang suci, sedangkan pelacur adaalh orang berdosa?

PERIKOP-PERIKOP SULIT: KISAH KEMATIAN MUSA 3 (Jarot Hadianto)

Bagi bangsanya, Musa meninggalkan lebih dari sekadar kuburan, makam suci, atau tempat ziarah. Yang ia wariskan bagi mereka jauh lebih besar daripada itu, yakni keteladanan iman dan firman Allah yang abadi. Penghormatan yang tepat bagi Musa tidak dilakukan dengan mengunjungi kuburnya, tetapi dengan meneladani keteguhan imannya kepada Tuhan, serta dengan menaati firman Allah yang disampaikan melalui dirinya, yakni hukum Taurat.

APA KATA KITAB SUCI TENTANG … KATA-KATA DAN PERBUATAN-PERBUATAN YESUS 3 (Alfons Jehadut)

Kisah penyembuhan seorang yang dirasuki banyak roh jahat itu terjadi di wilayah Gerasa, wilayah bukan Yahudi. Melalui kisah ini, Markus tidak hanya ingin membuat para pembaca terpesona dengan kuasa ilahi Yesus, tetapi juga ingin mendorong mereka menyadari betapa besarnya kasih Tuhan bagi seorang bukan Yahudi yang dirasuki banyak roh jahat.