Air yang di Atas dan yang di Bawah

Eco Lectio Divina 003

28

Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah-tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Allah menjadikan cakrawala dan memisahkan air yang ada di bawah cakra-wala itu dari air yang ada di atasnya. Maka jadilah demikian. Allah menamai cakrawala itu langit (Kej. 1:6-8).

***

Gambaran para penulis Kitab Suci tentang dunia sangat indrawi. Yang mereka lihat adalah langit sebagai kubah raksasa. Dari situ datang awan dan turunlah air hujan. Juga dari bawah langit, yakni dari sumur dan aneka sumber lainnya, manusia dianugerahi air melimpah untuk memuaskan dahaga.

Di tengah air yang di atas dan yang di bawah itu, Allah dengan firman-Nya mengadakan ruang raksasa sebagai tempat hidup dan bergerak bagi semua makhluk. Dalam ilmu kita, ruang angkasa itu telah melebar menjadi alam semesta yang pernah bermula dari satu titik yang padat, lalu mengembang dan meluas menjadi angkasa raya yang tak terjangkau.

***

Marilah berdoa:

Terpujilah Engkau, Allah Pencipta langit dan bumi, atas anugerah alam semesta dan angkasa raya, dan juga atas hadiah air yang ada di sekeliling kami. Bantulah kami agar kebersihan angkasa dan perairan dapat kami rawat, sehingga terus menopang kehidupan kami bersama semua makhluk yang bergerak di dalamnya. Amin.