Menjadi seperti Allah?

Eco Lectio Divina 17

23

Ular berkata kepada perempuan itu, “…  Allah mengetahui bahwa pada saat kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan menarik untuk dipandang. Lagi pula, pohon itu diminati karena memberi pengertian. Lalu ia memetik buahnya dan memakannya. Ia memberikannya juga kepada suaminya yang bersamanya, dan suaminya pun memakannya (Kej. 3:4-6).

***

Seperti dalam fabel, ular yang cerdik bisa berbicara. Bujukannya menyingkapkan hasrat manusia untuk menempatkan dirinya sebagai tuan di atas segalanya. Manusia menolak untuk tunduk pada Allah yang telah memberinya bumi bersama hukum alamnya, serta irama dan keseimbangannya.

Bila manusia ingin menentukan sendiri apa yang baik dan buruk tanpa menghiraukan kehendak Allah yang telah diletakkan dalam alam ciptaan, bumi akan menjadi objek saja, lahan untuk dieksploitasi dan dirusak.

***

Marilah berdoa:

Terpujilah Engkau, Tuhan. Melalui kata-kata ular, Engkau menyadarkan kami akan kesombongan dan sikap pemberontak kami yang menjadi penyebab krisis bumi dan masyarakat. Bantulah kami agar dengan rendah hati mengenali hikmat-Mu yang telah Kauungkapkan di dalam alam ciptaan dan Kausampaikan melalui para nabi. Amin.