Kupang – Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (Komisi KS KAK) bersama Tim Relawan Kitab Suci merayakan Minggu Sabda Allah bersama umat Stasi St. Petrus Tesbatan, Paroki Buraen. Rangkaian perayaan Minggu Sabda Allah ini digelar selama dua hari, yakni Sabtu-Minggu, 24-25 Januari 2026. Perayaan yang terpusat di Stasi Tesbatan ini juga melibatkan umat di tiga kapela yang berada di sekitarnya, yakni Kapela St. Marselinus Apren, Kapela St. Yohanes Rasul Binoni, dan Kapela St. Alfonsus Ponain.
Perayaan ini diselenggarakan secara rutin oleh Komisi KS KAK setiap tahunnya, sejak tahun 2020, setelah Paus Fransiskus menetapkan Hari Minggu Biasa III sebagai Hari Minggu Sabda Allah. Perayaan Minggu Sabda Allah oleh Komisi KS KAK dirayakan bersama umat paroki yang berbeda setiap tahunnya, dengan tujuan untuk mendorong umat di Keuskupan Agung Kupang agar lebih mendalami dan menghormati Kitab Suci, serta menjadikan Kitab Suci sebagai pedoman dan sumber hidup, baik perorangan, keluarga, maupun komunitas.
Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh RD. Budi Lelang Aya selaku pastor Stasi Tesbatan. Dalam sambutannya, Romo Budi memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat baik karena berbicara tentang Kitab Suci berarti kita bicara tentang salah satu pilar iman dalam Gereja Katolik. Saya berharap umat dapat terlibat aktif dalam kegiatan ini, dan semoga setelah ini, umat semakin akrab dengan Kitab Suci dan menjadikannya sebagai pedoman dalam hidup,” ungkap Romo Budi.

Kegiatan hari pertama (Sabtu, 24/01/2026) diisi dengan materi sosialisasi Alkitab Deuterokanonika TB2 dan pelatihan Lectio Divina yang dibawakan oleh Tim Relawan Komisi KS KAK bersama Ketua Komisi KS KAK, Romo Siprianus Senda. Umat yang hadir sangat antusias mengikutinya. Di antara banyaknya orang tua yang hadir, terlihat pula sejumlah Orang Muda Katolik (OMK) yang tidak kalah bersemangat.

Sesi pelatihan Lectio Divina menjadi sesi paling seru karena semua umat sangat antusias. Hampir semua yang hadir terlibat aktif dalam pendalaman teks, mengajukan pertanyaan, dan memberikan jawaban dengan menggunakan rumus sederhana, 5W+1H (who, what, when, whre, why, dan how). Beberapa di antara mereka kemudian berbagi pengalaman iman terkait pesan teks yang dibaca. Komunikasi dua arah antara umat yang hadir dan pemateri sungguh membuat suasana menjadi lebih hidup.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan ibadat Taize. Umat yang hadir diajak untuk masuk dalam keheningan, mendengarkan, merenungkan, dan menghayati sabda Allah lebih dalam. Semua yang hadir khusyuk dalam doa dan renungan sabda. Ibadat yang berdurasi 40 menit ini diharapkan mampu mengantarkan umat yang hadir untuk mengalami sentuhan sabda Allah secara personal.

Hari kedua (Minggu, 25/01/2026) merupakan puncak perayaan Minggu Sabda Allah. Kegiatan diawali dengan perayaan Ekaristi bersama umat yang dipimpin oleh Romo Siprianus Senda. Dalam homilinya, Romo Sipri menegaskan tentang pentingnya sabda Allah bagi kehidupan umat Katolik. “Umat Katolik sangat dianjurkan untuk akrab dengan Kitab Suci, menjadikan Kitab Suci sebagai pedoman hidup. Membaca, merenungkan, dan melakukan sabda Allah wajib dilakukan oleh umat Katolik,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan yang dirayakan dalam semangat persaudaraan dan kekeluargaan ini menjadi lengkap dengan adanya berbagai kegiatan setelah perayaan Ekaristi, seperti diskusi Kitab Suci untuk orang tua, sharing Kitab Suci tematis untuk OMK, serta lomba mewarnai dan dinamika untuk Sekami. Semua yang hadir tidak hanya belajar tentang Kitab Suci, tetapi juga berbagi pengalaman iman terkait kehidupan bersama di dalam keluarga dan Komunitas Basis Gerejawi (KBG).

“Kami sangat gembira dengan adanya kegiatan ini. Kami jadi mengerti dan mengetahui banyak hal, terutama tentang bagaimana cara membaca dan mengerti teks Kitab Suci. Kami berharap kegiatan ini bisa dilakukan lagi pada kesempatan yang lain,” ungkap seorang bapak dengan ekspresi gembira. Apresiasi positif juga datang dari banyak peserta yang hadir dan terlibat dalam kegiatan ini.
Perayaan Minggu Sabda Allah menjadi momen istimewa bagi semua yang hadir. Sabda Allah menyapa setiap hati yang hadir dalam kegiatan ini. Sabda Allah merangkul setiap kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki umat, dan mengubahnya menjadi sukacita yang besar. Semoga perayaan Minggu Sabda Allah membawa pembaruan dalam diri umat, juga menjadi kekuatan untuk tetap bersaksi tentang Sabda Allah dalam kehidupan bersama. Semoga sabda Allah tetap dan terus diwartakan dan merangkul semua kelompok umat dalam kehidupan menggereja.***(Magdalena Hokor)










