Burung Pipit yang Kecil

447

Yohanes 14:1-6

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

***

Ada sebuah lagu sederhana dalam Puji Syukur yang sangat saya sukai, judulnya Burung Pipit yang Kecil. Kira-kira begini syairnya: “Burung pipit yang kecil dikasihi Tuhan, terlebih diriku dikasihi Tuhan.”

Lagu itu mengingatkan saya kepada sharing seorang ibu. Ibu ini adalah orang tua dari siswa yang saya dampingi di seminari. Waktu itu, saya mengadakan kesempatan wawancara formal untuk masing-masing orang tua. Sang ibu datang sendirian. “Suami saya tidak mau ikut dan memilih tinggal di rumah, Romo” begitu katanya. Belakangan baru saya ketahui bahwa ibu ini menjadi tulang punggung keluarga. Dia sendiri yang bekerja, sebab suaminya karena kondisi fisik tertentu tidak dapat berperan secara maksimal sebagai kepala keluarga. Ketika bercerita, ibu itu menyebut burung yang muncul dalam lagu dari Puji Syukur tadi. “Yang pasti saya berusaha, Romo. Rezeki kan sudah ada yang mengatur. Wong burung pipit saja dikasih makan oleh Tuhan. Mosok saya, anak-Nya, tidak dipelihara?” begitu ia berkata.

Ada yang menarik dalam teks Injil Yohanes yang kita dengar hari ini. Di bagian awal, Yesus langsung berkata, “Janganlah gelisah hatimu … percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.”

Ketakutan adalah ciri orang yang tidak percaya. Kegelisahan sering muncul di hati orang yang kurang atau bahkan tidak beriman. Percaya, itulah yang Yesus minta. Hidup memang sering kali terasa tidak ideal bagi kita, terkadang bahkan terlalu rumit untuk dijalani. Apa pun yang terjadi, Yesus meminta satu hal saja dari kita: percaya.

Burung pipit yang kecil dipelihara oleh Tuhan. Bunga bakung yang tumbuh di tempat terbuka juga tidak pernah lepas dari perhatian-Nya. Lebih-lebih kita! Ia amat sangat mengasihi kita. Mari kita ulang-ulang sabda Yesus hari ini, mari kita meresapkannya di dalam hati, “Jangan gelisah hatimu, percayalah kepada-Ku!”