Berlaku Benar sebagai Ciptaan

Sabtu, 2 Maret 2019 – Hari Biasa Pekan VII

75

Sirakh 17:1-15 

Manusia diciptakan Tuhan dari tanah, dan ke sana akan dikembalikan juga. Ia menganugerahkan kepadanya sejumlah hari dan jangka, dan memberinya kuasa atas segala sesuatunya di bumi. Kepadanya dikenakan kekuatan yang serupa dengan kekuatan Tuhan sendiri dan menurut gambar Allah dijadikan-Nya. Di dalam segala makhluk yang hidup Tuhan menaruh ketakutan kepada manusia, agar manusia merajai binatang dan unggas. Lidah, mata dan telinga dibentuk-Nya, dan manusia diberi-Nya hati untuk berpikir. Tuhan memenuhi manusia dengan pengetahuan yang arif, dan menunjukkan kepadanya apa yang baik dan apa yang jahat. Ia menanamkan mata-Nya sendiri di dalam hati manusia untuk menyatakan kepadanya keagungan pekerjaan Tuhan. Maka manusia mesti memuji nama Tuhan yang kudus untuk mewartakan pekerjaan-Nya yang agung. Tuhan telah mengaruniai manusia pengetahuan lagi dengan memberi mereka hukum kehidupan menjadi milik pusaka. Perjanjian kekal diikat-Nya dengan mereka, dan segala hukum-Nya dipermaklumkan-Nya kepadanya. Mata mereka telah melihat kemuliaan Tuhan yang agung, dan suara-Nya yang dahsyat telah didengar telinga mereka. Ia berkata kepada mereka: “Jauhilah setiap kelaliman,” dan masing-masing diberi-Nya perintah mengenai sesamanya. Langkah laku manusia selalu terbentang di hadapan Tuhan, dan tak tersembunyi bagi mata-Nya.

***

Yesus bin Sirakh berbicara tentang keagungan manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Di satu sisi, Tuhan membentuk manusia dari tanah dan menyuruh mereka kembali menjadi tanah. Hari-hari hidup manusia terbatas dan jangka waktu hidup mereka hanya sebentar. Walaupun demikian, Tuhan membuat manusia serupa dengan diri-Nya dan memberi manusia kuasa atas segala sesuatu di bumi. Ia membuat manusia ditakuti oleh makhluk ciptaan yang lain dan memberi mereka kuasa atas segala binatang yang ada di dunia ini.

Tuhan juga memberi manusia lidah, mata, dan telinga, serta budi untuk berpikir. Dengan indra yang diberikan oleh Tuhan, manusia bisa memperoleh pengetahuan tentang apa yang ada di dunia ini. Pengetahuan yang mereka peroleh itu kemudian mereka olah dengan menggunakan akal budi. Dengan cara demikian, mereka dapat memahami diri mereka sendiri dan memahami alam ciptaan ini sehingga dapat mengambil keputusan untuk bertindak. Tuhan memberi mereka pengetahuan dan pengertian, serta menunjukkan kepada mereka mana yang baik dan mana yang jahat. Dengan pengetahuan ini, manusia dapat mengambil tindakan yang benar dan baik untuk dirinya sendiri, untuk sesama, dan makhluk ciptaan lain.

Selain itu, Tuhan mencurahkan pengertian-Nya ke dalam hati manusia supaya mereka dapat melihat karya-Nya yang mulia. Tuhan menciptakan manusia dan makhluk-makhluk lain yang ada di dalam ini. Semua kemampuan yang diberikan Tuhan kepada manusia membuat manusia sanggup untuk memahami bahwa alam semesta dan seluruh makhluk yang tinggal di dalamnya merupakan karya Tuhan. Kesadaran bahwa semua yang ada pada mereka berasal dari Tuhan akan mendorong manusia untuk bersyukur kepada-Nya. Mereka akan memuji nama-Nya yang kudus dan mewartakan perbuatan-Nya yang agung. Mereka telah melihat keagungan-Nya yang mulia dan mendengar suara-Nya yang luhur.

Supaya manusia dapat hidup benar dan berbahagia di bumi ini, Tuhan mengaruniakan pengetahuan kepada mereka dengan memberi mereka hukum sebagai pedoman hidup. Tidak dibenarkan bila manusia hanya mencari kesenangan bagi diri sendiri dan mengabaikan sesama. Tuhan mengingatkan agar manusia tidak berbuat lalim. Ia mengajar masing-masing orang bagaimana harus memperlakukan sesama. Tidak ada gunanya manusia berlaku jahat terhadap sesama, lalu berusaha bersembunyi dari pandangan-Nya, sebab Tuhan selalu mengetahui tingkah laku manusia. Tuhan menghendaki manusia untuk memperlakukan sesama mereka dengan baik dan berlaku benar di hadapan-Nya supaya setiap insan dapat menikmati kebahagiaan.