Malaikat, Representasi Tuhan di Tengah Umat-Nya

Rabu, 2 Oktober 2019 – Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung

59

Keluaran 23:20-23a

“Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia. Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu. Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu.”

***

Hari ini Gereja merayakan para malaikat pelindung. Dewasa ini malaikat pelindung lebih sering dianggap sebagai topik untuk anak-anak, padahal gagasan tentang pokok ini kuat mengakar dalam sejarah keselamatan. Dalam bacaan pertama hari ini ditegaskan fungsi malaikat pelindung bagi umat Israel. Mereka sudah diselamatkan dari pasukan Mesir, serta dilindungi dari lapar dan haus. Umat Israel dikeluarkan dari Mesir oleh Tuhan, dan dituntun oleh-Nya dalam perjalanan ke Tanah Perjanjian. Fungsi perlindungan dan tuntunan Tuhan ini sering kali juga diperlihatkan melalui malaikat-Nya.

Kel. 23:20-23a memperlihatkan beberapa hal tentang malaikat. Pertama, malaikat adalah utusan Tuhan sendiri, juga representasi Tuhan di tengah umat-Nya. Wibawa, kekudusan, kuasa, dan tugas malaikat berasal dari Tuhan. Malaikat menjalankan tugas bukan atas inisiatif sendiri, tetapi sebagai mandat dari Tuhan demi kebaikan umat-Nya.

Kedua, dalam perjalanan di padang gurun, tugas utama malaikat Tuhan adalah sebagai penunjuk jalan. Fungsinya mirip dengan tiang awan yang muncul sebelumnya. Kehadiran penunjuk jalan mutlak perlu di padang gurun, sebab di sana tidak ada jalan atau jalur resmi, apalagi rambu-rambu. Malaikat yang berjalan di depan barisan umat di padang gurun menjadi simbol tuntunan Tuhan, sekaligus menjamin bahwa perjalanan itu pasti menuju ke arah yang tepat.

Ketiga, dalam perjalanan di padang gurun yang dihantui banyak bahaya, Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk memberikan perlindungan. Malaikat di sini menjalankan fungsi perlindungan Tuhan. Padang gurun adalah tempat yang berbahaya (karena binatang buas dan cuaca ekstrem) dan tempat yang tidak ada apa-apanya (sehingga menimbulkan bahaya kelaparan dan kehausan). Karena itu, kehadiran malaikat menjadi simbol perlindungan Tuhan yang konkret dan berkesinambungan kepada umat-Nya.

Keempat, selain menunjukkan jalan dan melindungi dalam perjalanan, malaikat juga membawa umat ke tempat yang telah disediakan Tuhan. Perjalanan di padang gurun akan menjadi petualangan tanpa makna jika kehilangan tujuan. Kehadiran malaikat menjadi simbol penyertaan Tuhan yang hendak membawa umat-Nya masuk ke Tanah Perjanjian. Dengan itu, perjalanan di padang gurun menjadi perjalanan persiapan sekaligus perjalanan yang membawa harapan. Dalam suka duka pengembaraan di padang gurun, umat Tuhan senantiasa yakin dan optimis bahwa mereka pasti sampai ke Tanah Perjanjian.

Perayaan para malaikat pelindung dengan demikian menjadi saat khusus bagi kita untuk mensyukuri perlindungan, penyertaan, dan bimbingan Tuhan dalam ziarah hidup kita, baik sebagai pribadi maupun sebagai umat-Nya.