Keselamatan Tuhan Terbuka bagi Semua Orang

Senin, 2 Desember 2019 – Hari Biasa Pekan I Adven

49

Matius 8:5-11

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.”

***

Dalam bacaan pertama (Yes. 4:2-6), Yesaya menubuatkan bahwa kedatangan Allah akan membuahkan kemuliaan, kebahagiaan, dan berkat bagi umat-Nya di Sion. Berkat dan sukacita itu digambarkan dalam metafora-metafora seperti “tunas”, “hasil tanah”, “membersikan kekotoran”, dan sebagainya.

Umat Israel yang setia akan mengalami kebahagiaan, sukacita, dan kemuliaan yang besar. Semua itu berasal dari Tuhan. Dialah yang memungkinkan semua itu terjadi atas mereka. Allah menunjukkan bagaimana Ia akan memuliakan Israel pada akhir zaman, yang di sini dilukiskan dalam rumusan bahwa kelak Israel akan memegang kedudukan yang penting, dan bahwa semua bangsa akan datang untuk menggabungkan diri demi keselamatan itu sendiri.

Kekuasaan Allah dan kedudukan kunci Israel bagi keselamatan bangsa-bangsa lain terlihat secara metaforis dalam bacaan Injil hari ini. Yesus dikisahkan berjumpa dengan seorang perwira di Kapernaum. Perwira ini memang sengaja mencari Yesus demi kesembuhan hambanya. Iman orang asing ini sungguh sangat besar. Perjumpaan dengan Yesus, semangat kerendahan hati, dan iman yang dimilikinya membuat sang perwira menjadi bagian utuh dari karya keselamatan yang dikerjakan Yesus.

Dengan demikian, kisah ini sebenarnya berbicara tentang keselamatan yang terbuka bagi setiap orang. Keselamatan Tuhan terbuka bagi setiap orang yang membuka diri dan yang dengan rendah hati menyerahkan diri kepada-Nya. Keselamatan Tuhan terbuka bagi setiap orang di segala tempat dan waktu. Keselamatan Tuhan terbuka bagi semua orang yang memiliki iman dan ketekunan dalam mencari, menemukan, dan menghubungkan diri dengan-Nya.