Jalan Tuhan Selalu Indah

Jumat, 13 Desember 2019 – Peringatan Wajib Santa Lusia

85

Matius 11:16-19

“Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”

***

Ada dua bentuk kritik yang bisa melemahkan semangat berkreativitas dan menggagalkan sebuah usaha, yakni kritik yang asal bunyi dan kritik yang hanya mencari kesalahan orang lain. Pengkritik yang tidak sepaham akan berusaha untuk melawan orang yang baik dan benar daripada mengapresiasi dan menegaskan hal yang baik dan indah yang ada pada diri orang itu. Menurut istilah zaman sekarang, mereka ini adalah orang-orang yang “nyinyir.”

Yohanes Pembaptis pernah mengalami tantangan semacam itu. Ia menyerukan kebenaran dan pertobatan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan. Namun, kehadirannya justru mendapat tanggapan negatif dengan berbagai kritik dan hinaan. Ketika Yohanes tidak makan dan minum, orang berkata, “Ia kerasukan setan.” Anehnya, ketika Yesus makan dan minum, mereka tetap saja berkata buruk. Yesus mereka sindir sebagai “pelahap, peminum, dan sahabat pemungut cukai.” 

Menanggapi sikap mereka, Yesus mengumpamakan orang-orang tersebut seperti “anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada temannya: kami meniup seruling tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak berkabung.” Mereka seperti anak kecil yang sedang ngambek dan tidak mau main dengan teman-temannya. Mereka seperti orang yang suka “nyinyir,” yang sekadar asal bunyi tetapi tidak tahu apa yang dikatakan.

Sementara itu, bacaan pertama hari ini (Yes. 48:17-19) mengingatkan kita akan jalan yang harus kita tempuh. Tuhan sendiri akan menunjukkan jalan dan mengajarkan hal yang baik bagi kita. Jalan Tuhan banyak tuntutan dan tantangannya karena jalan itu membawa orang kepada kebaikan, kebenaran, dan keselamatan. Setan tidak akan senang melihat orang yang baik dan benar berjalan di jalan Tuhan. Ia akan berusaha untuk menghadang. Namun, dalam Yesus, kita akan mengalami jalan Allah yang penuh dengan sukacita, kebenaran, dan hidup, sebab Yesus sudah menaklukkan kuasa setan.

Jalan Tuhan memang indah. Namun, kita harus siap menghadapi banyak tantangan dan penolakan karena setan selalu berusaha untuk menghadang. Di saat kita kehilangan arah, panggillah Tuhan karena Ia akan menunjukkan ke mana jalan yang harus kita tempuh.