Allah Baik kepada Setiap Orang

Minggu, 12 Januari 2020 – Hari Minggu Biasa I

57

Kisah Para Rasul 10:34-38

Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”

***

Di Kaisarea ada seorang perwira pasukan Romawi yang bernama Kornelius. Ia adalah seorang yang saleh, suka memberi sedekah kepada orang Yahudi, dan senantiasa berdoa kepada Allah. Seisi rumahnya pun takut akan Allah. Petrus datang ke rumah Kornelius untuk memberitakan kabar tentang Yesus Kristus.

Kepada orang-orang yang berkumpul di rumah itu, Petrus menyatakan bahwa orang Yahudi dilarang keras bergaul dengan orang bukan Yahudi, apalagi masuk ke rumah mereka. Namun, Allah telah menunjukkan kepadanya bahwa ia tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir. Karena itulah Petrus tidak keberatan datang ke rumah Kornelius.

Di hadapan Kornelius dan seisi rumahnya, Petrus berkhotbah. Khotbah Petrus pada dasarnya meringkas pewartaan para rasul. Mula-mula ia menyatakan bahwa Allah tidak membedakan orang. Allah berkenan kepada setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan mengamalkan kebenaran. Selanjutnya Petrus mengingatkan Kornelius dan seluruh ini rumahnya pada “segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea.” Yang dimaksud oleh Petrus di sini adalah karya pelayanan Yesus di muka umum yang dimulai setelah pembaptisan-Nya.

Yesus, orang Nazaret, dibaptis oleh Yohanes, dan dalam pembaptisan itu, Ia diurapi dengan Roh Kudus dan kuasa dari Allah. Dengan kuasa inilah Yesus menjalankan pelayanan-Nya. Sesudah kuasa Tuhan hadir barulah Yesus mengerjakan penyembuhan-penyembuhan. Pencurahan Roh Kudus memberi-Nya kuasa untuk menyembuhkan semua yang dikuasai Iblis. Dalam mukjizat-mukjizat penyembuhan yang dibuat-Nya, Yesus menunjukkan diri-Nya sebagai penolong yang berkeliling sambil berbuat baik. Di sini Petrus menekankan tindakan Yesus. Tindakan dan pengajaran Yesus dipahami sebagai karya Allah melalui diri-Nya. Dalam Dia, “Allah telah mengunjungi umat-Nya.” Dalam semua pekerjaan-Nya itu, Allah menyertai-Nya.

Saudara-saudari terkasih, Allah tidak membedakan orang menurut suku, menurut status sosial, dan sebagainya. Ia mengasihi setiap orang dan memberikan keselamatan kepada semuanya. Ia memanggil setiap orang untuk hidup berbahagia bersama-Nya di dalam Kerajaan Surga. Untuk itulah Allah mengutus Yesus untuk datang ke dunia menyelamatkan manusia dari kuasa dosa dan membawa kita semua ke surga. Yesus memang lahir sebagai orang Yahudi dan mulanya hanya menyampaikan kebenaran kepada orang Yahudi. Akan tetapi, kabar keselamatan yang dibawa Yesus itu kemudian diberitakan kepada semua orang di seluruh dunia. Kita telah percaya kepada Yesus yang membawa kasih Allah. Tuhan meminta kita untuk terus mengikuti jalan-Nya supaya berbahagia selamanya bersama Dia.