Diutus dan Disertai

Selasa, 31 Maret 2020 – Hari Biasa Pekan V Prapaskah

78

Yohanes 8:21-30

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

***

Injil hari ini mengajak kita merenungkan tentang tugas pengutusan Yesus di dunia ini. Yesus mengungkapkan bahwa Bapa akan selalu menyertai-Nya dalam hidup dan seluruh karya yang dikerjakan-Nya. Tujuan penyertaan itu adalah agar semua orang yang melihat dan mendengar perkataan Yesus menjadi percaya kepada-Nya.

Tugas yang diemban Yesus tidak berasal dari diri-Nya sendiri. Ia menampilkan kehendak Bapa, sehingga seluruh hidup-Nya menjadi gambaran kasih Bapa kepada dunia. Yesus tidak berasal dari dunia ini; Ia datang dari Bapa. Yang datang dari Bapa akan disertai pula oleh Bapa. Kiranya sangat nyata bahwa apa yang dilakukan Yesus selalu membuat Bapa berkenan. Pekerjaan-pekerjaan Yesus membuat banyak orang memuji dan memuliakan Bapa di surga.

Sebagai seorang kristiani, kita mendapat tugas pengutusan yang sama seperti Yesus. Kita diutus oleh Bapa untuk mewartakan kasih-Nya kepada dunia. Buah yang diharapkan muncul adalah kebaikan. Jika pekerjaan-pekerjaan kita menghasilkan kebaikan, menjadi jelas bahwa kita diutus oleh Bapa. Jangan sampai yang muncul justru kesombongan. Ingatlah bahwa kita bermaksud mewujudkan kehendak Bapa, bukan kehendak kita sendiri.

Bagaimana dengan penyertaan Bapa terhadap utusan-utusan-Nya? Jika kita percaya dan berpegang teguh kepada-Nya, Bapa akan menyertai perjalanan hidup kita. Demikian pula pekerjaan-pekerjaan yang baik pasti akan disertai oleh-Nya. Jadi, jangan takut, mari kita menjadikan Bapa sebagai andalan kita setiap waktu.