Kasih dan Penghormatan kepada Yesus

Senin 6 April 2020 – Hari Senin dalam Pekan Suci

47

Yohanes 12:1-11

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

***

Injil Yohanes mengemas kisah pengurapan Yesus secara berbeda. Dalam Injil ini, peristiwa tersebut terjadi di Betania, tepatnya di rumah Lazarus, Maria, dan Marta, pada malam sebelum Yesus masuk ke Yerusalem untuk menyongsong penderitaan-Nya. Selain Yesus, tokoh utama kisah ini adalah Maria dan Yudas.

Saat itu diadakan perjamuan bagi Yesus dan para murid-Nya. Lazarus turut makan bersama mereka, sementara Marta melayani para tamu dengan gembira. Dalam kesempatan itulah Maria mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu murni. Tindakannya terasa kurang lazim, sebab raja atau tamu terhormat biasanya diurapi di bagian kepala, bukan kaki.

Maria memakai minyak yang harganya super mahal. Karena itu muncul reaksi negatif dari Yudas. Menurutnya, lebih baik minyak tersebut dijual dan uangnya dibagikan kepada orang miskin. Apakah Yudas di sini menunjukkan sikap yang mulia? Tidak. Yudas tidak peduli dengan orang miskin. Ia sebenarnya mengincar uang itu untuk dirinya sendiri.

Kasih dan penghormatan terhadap pribadi yang luhur, yang sesaat lagi akan wafat. Itulah makna pengurapan yang dilakukan Maria. Tidak heran bahwa ia memakai minyak yang mahal dan yang diurapi adalah kaki Yesus. Secara simbolis, tindakan Maria menggambarkan pengurapan jenazah Yesus sebelum dimakamkan. Maria dengan demikian melambangkan pribadi yang penuh kasih dan murah hati, sementara Yudas adalah sosok yang licik, yang suka melontarkan alasan-alasan mulia untuk menutupi perbuatannya yang jahat.