Anugerah Pengutusan

Sabtu, 18 April 2020 – Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah

33

Markus 16:9-15

Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Darinya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.

Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.

Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

***

Inilah refleksi Kardinal C.M. Martini mengenai para imam, yang juga merupakan para pemberita Injil. Menurutnya, menjadi imam, gembala, dan pemberita Injil adalah anugerah Allah. Agar dapat merasakannya sebagai anugerah, para imam mesti menghayati jalan hidupnya dengan bebas, dengan sukacita, dan dengan tenang. Bersikaplah lepas terhadap hasil yang dipetik dalam berkarya.

Gereja, menurut Kardinal Martini, harus selalu memiliki keyakinan akan tuntunan dan penyertaan Tuhan. Dengan kasih-Nya, Tuhan senantiasa membantu Gereja agar memahami bahwa pelayanan – dengan segala jerih payahnya, dengan semua tantangannya – adalah anugerah. Pelayanan dipercayakan kepada Gereja tidak untuk menekan, tidak pula untuk memasukkannya ke dalam kesedihan dan kecemasan. Secara konkret, Gereja memang harus menghadapi banyak kecemasan dan kesedihan, tetapi itu terjadi karena Gereja turut serta dalam kecemasan, kesedihan, penderitaan, dan kematian orang-orang yang dilayaninya.

Sebagai pewarta Injil, para imam selalu bersentuhan dengan begitu banyak peristiwa genting dalam pengalaman hidup manusia. Ini sungguh tidak mudah. Namun, Tuhan sebagai pihak yang mengutus hamba-hamba-Nya tidak lepas tangan begitu saja. Ia menopang dan memampukan para utusan-Nya untuk melaksanakan tugas yang mulia ini demi keselamatan banyak orang.

Diolah dari Kardinal C.M. Martini, Pemberita Injil (Yogyakarta: Penerbit Kanisius).