Pelbagai Cara Mewartakan Injil

Sabtu, 25 April 2020 – Pesta Santo Markus

63

Markus 16:15-20

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

***

Ada saja cara orang untuk sekadar melepaskan ketegangan gara-gara wabah corona yang tersebar luas, misalnya dengan membuat lelucon-lelucon kecil. “Dahulu orang menjadi pahlawan dengan berperang dan mengangkat senjata,” demikian orang berkata, “tetapi sekarang kita bisa menjadi pahlawan cukup dengan tinggal di rumah dan rebahan!” Humor itu tentunya ada hubungannya dengan situasi sekarang, di mana orang diminta untuk tinggal di rumah saja dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang naik ke surga. Sebelum terangkat ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk pergi mewartakan Injil ke seluruh dunia. “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk,” demikian Ia bersabda. Perintah tersebut dapat kita pahami sebagai tugas bagi kita semua untuk meneruskan karya-karya-Nya. Yesus meminta kita untuk tidak hanya percaya bahwa Dia telah bangkit dari antara orang mati, tetapi juga untuk mewartakan hal itu kepada segala ciptaan.

Ada pelbagai cara untuk menjadi pahlawan, tidak hanya terbatas dengan berperang atau mengangkat senjata. Hal yang sama berlaku bagi para pewarta Injil. Pewarta Injil tidak terbatas pada para misionaris, para imam, atau orang yang berkhotbah di atas mimbar saja. Kita semua ditugaskan oleh Yesus untuk menjadi pewarta Injil, dan tugas itu dapat kita lakukan dengan berbagai macam cara, sesuai dengan kemampuan dan keadaan kita masing-masing.

Pada situasi khusus yang sedang kita hadapi sekarang, kita dapat mewartakan Injil dengan menaati anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah, dengan tidak menyebarkan keresahan dan kabar bohong, dengan penuh kasih membantu mereka yang berkekurangan, dengan memberi dukungan moral maupun material kepada mereka yang sakit maupun kepada para petugas kesehatan, dan sebagainya. Yesus bersabda, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” (Yoh. 13:35).