Duduk di Tempat Terhormat dengan Menjadi Pelayan dan Hamba

Sabtu, 25 Juli 2020 – Pesta Santo Yakobus

48

Matius 20:20-28

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

***

Ibu Yakobus dan Yohanes mengajukan permintaan kepada Yesus agar kedua anaknya itu kelak diperkenankan duduk di dalam Kerajaan-Nya, yang seorang di sebelah kanan dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Nya. Yesus menanggapi permintaan itu dengan menyatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka minta. Dia tidak menyalahkan atau mengecam mereka, tetapi mengajukan sebuah pertanyaan, “Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Cawan di sini melambangkan penderitaan dan kematian yang akan segera dialami Yesus, sekaligus penganiayaan dan kemartiran yang akan dialami jemaat.

Yohanes dan Yakobus yakin bahwa mereka bisa meminum cawan tersebut. Yesus membenarkan bahwa mereka memang akan meminum cawan itu, yang berarti akan mengambil bagian dalam penderitaan-Nya. Namun, pemberian tempat terhormat merupakan hak prerogatif Allah sendiri. Hanya Allah yang berhak menentukan dan memberikannya.

Jika ingin duduk di sebelah kanan atau kiri Yesus dalam Kerajaan Allah kelak, kita diminta untuk menjadi pelayan dan hamba orang lain. Kita diminta untuk menghilangkan kesombongan serta ambisi untuk menguasai orang lain, sebab tempat terhormat hanya diberikan kepada orang-orang yang mau menjadi hamba dan pelayan. Yesus sendiri telah memberikan teladan, yakni dengan menempatkan diri-Nya sebagai pelayan dan hamba. Kematian Yesus adalah contoh tertinggi dari pelayanan-Nya yang tidak mementingkan diri sendiri. Ia memberikan diri-Nya untuk orang lain. Jika ada ambisi dalam melayani Tuhan, hendaknya itu merupakan ambisi untuk melayani orang lain.