Orang yang Berbahagia

Sabtu, 10 Oktober 2020 – Hari Biasa Pekan XXVII

64

Lukas 11:27-28

Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

***

Yesus adalah pribadi yang dikagumi banyak orang. Ia baik, penuh belas kasihan, suka menolong, juga sering membuat mukjizat. Siapa yang tidak tertarik untuk melihat dan menemui Yesus? Anak-anak, orang muda, orang tua, hingga para pendosa, semua ingin berjumpa dengan-Nya. Suatu ketika, saat Yesus sedang mengajar orang banyak, seorang perempuan yang terpesona melontarkan pujian kepada ibu-Nya. Tanggapan Yesus atas pujian itu mungkin terasa aneh. Ia mengatakan, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

Yesus dengan itu tidak hendak mengingkari Maria sebagai ibu yang berbahagia. Ia justru hendak menyanjung Maria setinggi-tingginya. Bagi Yesus, Maria adalah perempuan yang berbahagia, terutama karena ia setia mendengarkan firman Allah dan terus memeliharanya. Maria mendengarkan dan memelihara firman Allah sebelum, saat, dan sesudah Yesus berada dalam kandungannya. Maria terus melakukan itu sampai akhir hidupnya.

Orang-orang kudus disebut berbahagia, sebab sejak menerima Kristus, mereka senantiasa setia mendengarkan firman Allah dan terus memeliharanya. Kita disebut pula demikian jika melakukan hal yang sama. Karena itulah setiap kali selesai membacakan Injil, para imam akan berseru dengan suara lantang, “Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.” Jawaban berikut semoga sungguh-sungguh keluar dari diri kita masing-masing, “Tanamkanlah sabda-Mu, ya Tuhan, dalam hati kami.”