Mesias seperti Apakah Yesus?

Kamis, 7 Januari 2021 – Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

46

Lukas 4:14-22a

Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya.

***

Perikop ini sebenarnya berbicara tentang penolakan orang Nazaret terhadap Yesus. Akan tetapi, yang kita dengarkan dalam bacaan Injil hari ini hanya sebagian saja, yakni sampai pada keheranan orang-orang itu mendengar perkataan-perkataan-Nya. Nazaret adalah tempat di mana Yesus dibesarkan, sehingga dengan ini berarti Ia ditolak oleh orang-orang sekampung-Nya sendiri.

Dalam perjalanan-Nya berkeliling untuk mewartakan Injil di daerah Galilea, Yesus datang ke Nazaret. Pada hari Sabat, Ia pergi ke sinagoga yang ada di situ untuk beribadat. Seperti orang tua-Nya yang tekun mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan (Luk. 2:42), Yesus rupanya juga demikian. Ia sungguh orang Yahudi yang saleh, sebab mengikuti peribadatan di sinagoga secara rutin. Dalam ibadat di sinagoga, biasanya bagi umat dibacakan kitab Taurat dan kitab para nabi. Ketika itu, Yesus diberi kesempatan menjadi salah seorang pembaca Kitab Suci. Entah kebetulan atau tidak, yang Ia baca adalah teks dari kitab Yesaya.

Dari situ dapat disimpulkan bahwa perikop ini sebenarnya terutama mau menjawab pertanyaan: Mesias seperti apakah Yesus? Menurut penginjil Lukas, Yesus adalah Mesias profetis, Mesias yang seperti seorang nabi, atau Mesias yang memiliki sifat-sifat kenabian. Ini ditegaskan melalui kutipan dari kitab Yesaya, yang menyatakan bahwa kabar baik diwartakan oleh orang yang diurapi dengan Roh. Yesus sendiri mengatakan bahwa nubuat tersebut digenapi dalam diri-Nya. Nubuat Nabi Yesaya tersebut juga menjelaskan ciri khas pelayanan Yesus. Sebagai Mesias, misi utama-Nya adalah menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, memberitakan pembebasan kepada para tawanan, menganugerahkan penglihatan bagi orang buta, dan membebaskan orang yang tertindas.

Dengan ini, pendengar dipersiapkan untuk menerima bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan Yesaya, bahwa tugas Yesus sebagai Mesias adalah untuk memberikan kelepasan kepada mereka yang menderita. Sayangnya, orang Nazaret tidak siap menerima Yesus, sehingga mereka pun menolak-Nya.

Kita perlu bersikap sebaliknya. Kita syukuri bahwa sebagai Mesias, Yesus secara khusus mendekati orang-orang yang terpinggirkan dan berkekurangan, sebab kita adalah salah satu dari orang-orang itu. Kepada kita, Yesus menawarkan uluran tangan untuk meringankan beban hidup kita yang berat. Dialah jawaban atas doa-doa kita, ketika kita memohon pertolongan, pembebasan, belas kasihan, dan kesembuhan kepada Tuhan. Bagi kita, sang Mesias datang menghadirkan keselamatan sejati, agar kita sungguh mengalami bahwa tahun rahmat Tuhan sudah datang.