Memanggil Orang Berdosa

Sabtu, 16 Januari 2021 – Hari Biasa Pekan I

49

Markus 2:13-17

Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

***

Kisah dalam bacaan Injil hari ini sungguh luar biasa. Penginjil Matius menampilkan kontras yang tajam antara Yesus dan orang Farisi berkaitan dengan sikap mereka terhadap orang berdosa. Yesus berjalan, melihat Lewi, seorang pemungut cukai, lalu berkata, “Ikutlah Aku!” Lewi langsung mengikuti Yesus. Tidak hanya itu. Selanjutnya, Yesus ikut makan di rumah Lewi bersama dengan para pemungut cukai dan orang berdosa.

Bagi orang Farisi, pemungut cukai adalah orang yang harus diasingkan. Pemungut cukai merupakan kaki tangan penjajah Romawi yang dianggap kafir. Karena itu, mereka dianggap najis. Selain itu, orang Farisi juga menganggap para pemungut cukai sebagai pengkhianat bangsa. Mereka mencari keuntungan dari cukai yang dipungut dari sesama bangsa Yahudi. Semakin jelas bagi orang Farisi bahwa pemungut cukai harus dijauhi dan disisihkan.

Sikap Yesus yang bertolak belakang dengan sikap orang Farisi sungguh menggambarkan karisma dan kuasa-Nya. Ia mendatangi orang-orang berdosa. Tanpa canggung dan tanpa risih, Ia bahkan ada bersama mereka dan makan bersama mereka. Yesus bersikap proaktif, mendekati, menjumpai, menyapa, dan mengakui bahwa mereka ada. Alasannya sangat jelas, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Di sekitar kita, ada banyak orang “berdosa”, yakni orang-orang yang disingkirkan, diasingkan, dan tidak dipercaya. Pandemi Covid-19 juga menyebabkan orang mengalami pengasingan dan kesendirian karena dijauhi sesamanya. Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa pada masa sekarang, masih banyak orang seperti Lewi. Bagaimana kita harus bersikap? Mengikuti Yesus dengan menyapa dan menghibur mereka, atau mengikuti orang Farisi dengan mengasingkan dan menghakimi mereka?

Tuhan, kami ini orang berdosa. Semoga Engkau tetap memanggil kami untuk mengikut Engkau, dan semoga kami dimampukan untuk seketika mengikut Engkau seperti Lewi. Semoga Engkau tetap bersedia makan bersama kami, dan semoga pula kami rela membuka diri bagi orang-orang berdosa sesama kami.