Tanda Pertobatan

Rabu, 24 Februari 2021 – Hari Biasa Pekan I Prapaskah

58

Lukas 11:29-32

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!”

***

Ada banyak tanda dapat kita jumpai di sekitar kita, misalnya rambu-rambu lalu lintas yang berguna untuk menuntun perjalanan. Tanda-tanda tersebut bertujuan menyingkapkan sesuatu, sehingga perlu diperhatikan agar kita tidak celaka atau jatuh dalam bahaya. Yesus hari ini berbicara tentang pentingnya mengenali tanda. Orang-orang meminta tanda kepada-Nya, tetapi Ia menegaskan bahwa tanda itu sudah mereka miliki, yakni tanda nabi Yunus.

Yunus menjadi tanda bagi orang Niniwe. Kehadirannya membuat orang-orang itu bertobat, sebab mereka mengerti dengan baik maksud dari seruan yang disampaikan sang nabi. Mereka pun mengubah hidup dengan berbalik dari tingkah laku yang penuh dengan dosa. Karena itu, orang Niniwe kemudian merasakan cinta dan belas kasihan Allah. Mereka diselamatkan dari kehancuran dan kebinasaan.

Orang Farisi dan para ahli Taurat merasa bahwa mereka sudah sepenuhnya melakukan kehendak Allah. Mereka tidak menyadari bahwa yang mereka lakukan sering kali bukan kehendak Allah, melainkan kehendak mereka sendiri. Mereka juga tidak menyadari bahwa Yesus adalah tanda kehadiran Allah. Itu sebabnya, mereka masih saja meminta tanda, padahal Yesus sudah melakukan banyak hal. Meskipun melihat karya-karya besar yang dilakukan Yesus, mata orang-orang itu masih belum terbuka.

Mungkin kita pun sering bersikap demikian. Kita menuntut Allah agar memberi tanda bahwa Ia mencintai kita, padahal kasih Allah sejatinya telah hadir menyertai kita. Untuk itu, kita perlu bertobat. Mari kita berusaha mempertajam mata hati agar dapat mengenali kehadiran Allah. Mari kita juga belajar menyadari cinta dan kasih Allah dalam hidup kita sehari-hari.