Allah Membuat Yesus Menjadi Tuhan dan Kristus

Selasa, 6 April 2021 – Hari Selasa dalam Oktaf Paskah

45

Yohanes 20:11-18

Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru. Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

***

Bacaan-bacaan hari ini masih berbicara tentang aktivitas pewartaan para rasul dan peristiwa kebangkitan Yesus. Namun, jika dicermati ada sebuah tema istimewa dari keduanya, yakni tentang Allah yang membuat Yesus menjadi Tuhan dan Kristus.

Konteks bacaan pertama hari ini (Kis. 2:36-41) adalah khotbah Petrus di hadapan orang banyak pada hari Pentakosta. Ia menegaskan, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Menjadi Tuhan berarti sehakikat dengan Bapa dan Roh Kudus, sedangkan menjadi Kristus berarti diurapi, dituangi minyak pengurapan oleh Allah.

Umat Kristen perdana memberikan gelar itu kepada Yesus karena melihat Dia sebagai Mesias yang dijanjikan Allah sejak Perjanjian Lama. Segala sesuatu yang terjadi pada-Nya, juga yang dikatakan dan yang diperbuat oleh-Nya, tepat seperti diwartakan Perjanjian Lama. Atas dasar itu, tanpa ragu mereka mengimani Dia sebagai Kristus yang dijanjikan Allah. Konsekuensinya, menurut Petrus, setiap orang harus bertobat dan memberi diri dibaptis dalam nama-Nya.

Sementara itu, bacaan Injil hari ini berbicara tentang Yesus yang mengubah kesedihan Maria Magdalena di makam-Nya melalui perjumpaan dan penampakan diri secara langsung. Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena, dan hal itu seketika membuka mata Maria serta mengubah hidupnya. Seluruh diri Maria Magdalena beralih secara total dari kesedihan menuju kegembiraan yang luar biasa. Tidak hanya itu, perjumpaan ini mengubah kesadaran dan pemahamannya bahwa yang ia jumpai adalah guru dan Tuhan.

Pengalaman perjumpaan dengan Yesus yang bangkit itu mestinya memperdalam juga iman kita akan Yesus sebagai Anak Allah dan Kristus sebagaimana yang dijanjikan oleh Kitab Suci. Umat beriman akan bisa mengalami Yesus sebagai Tuhan dan Kristus hanya kalau sungguh-sungguh terlibat secara lahir dan batin dalam usaha pencarian akan Yesus yang bangkit. Hari-hari perayaan Paskah ini adalah saat yang tepat untuk itu. Jika kita sungguh-sungguh mencari dan merindukan perjumpaan dengan Dia yang bangkit, kita akan sungguh-sungguh merayakan ke-Allah-an dan ke-Kristus-an-Nya.