Dari Keheranan Dipanggil Menjadi Saksi

Kamis, 8 April 2021 – Hari Kamis dalam Oktaf Paskah

58

Lukas 24:35-48

Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: “Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.” Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”

***

Dalam bacaan pertama (Kis. 3:11-26), orang-orang merasa heran, kaget, dan bingung ketika menyaksikan seorang lumpuh disembuhkan oleh Petrus di dekat gerbang Bait Allah. Mereka mengerumuni Petrus dan orang yang disembuhkan itu, dan Petrus melihat ini sebagai kesempatan yang baik untuk melakukan pewartaan tentang Yesus. Ia pun bersaksi dan berkhotbah tentang Yesus Kristus yang telah mereka bunuh dan mereka salibkan. Diajaknya orang-orang itu untuk bertobat sebagai jalan kesaksian mereka.

Sementara itu, bacaan Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang menampakkan diri dan berinteraksi dengan para murid secara langsung. Ia memberi mereka salam dengan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Keraguan dan kebimbangan dalam diri para murid Ia kritik. Untuk membuktikan kebangkitan-Nya, Yesus menunjukkan tangan dan kaki-Nya, serta menyantap makanan. Ia menegaskan kepada mereka tentang penggenapan seluruh isi Kitab Suci dan meminta mereka untuk menjadi saksi-saksi-Nya.

Karena itu, kedua bacaan hari ini mengajak umat beriman untuk menjadi saksi Kristus melalui kehidupan yang baru. Menjadi saksi berarti menjadi orang yang menceritakan kebangkitan-Nya melalui cara hidup yang baik dan luhur dengan konsisten, mendalam, dan serius.