Hamba Dosa

Rabu, 21 Maret 2018 – Hari Biasa Pekan V Prapaskah

679

Yohanes 8:31-42

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

“Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.” Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zina. Bapa kami satu, yaitu Allah.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.”

***

Orang bebas bukan berarti tidak terikat atau tergantung pada apa pun, dan boleh berbuat sesuka hati. Semakin orang merasakan kebebasan, justru orang itu harus semakin berusaha untuk melaksanakan peraturan.

Pernah mendengar istilah dalam bahasa Jawa “kedanan”? Dalam bahasa Indonesia, istilah ini diterjemahkan dengan “tergila-gila.” Ada “kedanan buntut” (tergila-gila pada judi), ada pula “kedanan cewek” (tergila-gila pada wanita), dan masih banyak lagi. Orang yang menjadi hamba dosa sama seperti orang yang “kedanan.” Ia memiliki ketergantungan terhadap dosa. Ia kecanduan untuk selalu berbuat dosa. Orang yang kecanduan sesuatu tidak dapat hidup tanpanya. Sungguh mengerikan kalau ada yang sampai kecanduan terhadap rokok dan narkoba. Tentunya lebih mengerikan lagi kalau ada orang yang sampai kecanduan terhadap dosa!

Merdeka bukan berarti bebas melakukan segala sesuatu tanpa batas. Batasan tetap ada, dan batasa itu adalah hukum cinta kasih kepada Allah, sesama, dan diri sendiri. Dosa tidak hanya terjadi kalau kita berbuat buruk terhadap sesama, seperti membunuh, mencuri, dan lain sebagainya. Apabila kita tidak mau memelihara diri sendiri pun dosa bisa juga terjadi. Itulah sebabnya tindakan mencelakakan diri sendiri, seperti mengonsumsi narkoba, harus kita hindari.

Kepada orang Yahudi, Yesus berkata, “Sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa.” Perkataan Yesus ini merupakan jawaban atas sanggahan orang-orang Yahudi yang berkata, “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Kemerdekaan yang dimaksud Yesus adalah kemerdekaan batin. Apabila kita masih diperbudak oleh dosa, kita bukanlah orang yang merdeka, melainkan hamba dosa.