Luar Biasa 6: Hidup Tanpa Kekhawatiran

Sabtu, 23 Juni 2018 – Hari Biasa Pekan XI  

245

Matius 6:24-34

“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

***

Saudara-saudari yang terkasih, sekarang ini ada berbagai macam model asuransi. Ada asuransi pendidikan, kesehatan, mobil, hari tua, dan sebagainya. Perusahaan-perusahaan jasa asuransi berusaha menjawab kebutuhan orang zaman ini yang membutuhkan jaminan atau kepastian. Dengan adanya jaminan, ketika mobil rusak, kita tidak khawatir lagi; ketika kita sakit, kita pun tidak cemas lagi memikirkan biaya.

Jaminan memunculkan kepastian. Tanpa kepastian, yang ada adalah kekhawatiran. Sayangnya, kekhawatiran sudah seperti penyakit kronis bagi manusia zaman ini. Banyak orang masa kini hidupnya dikuasai oleh kekhawatiran!

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk tidak khawatir. “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.” Yesus tahu betul situasi orang-orang yang dihadapi-Nya pada waktu itu. Banyak hal membebani pikiran mereka. Beban pikiran itu membuat hidup mereka menjadi berat, sehingga mereka tidak bahagia.

Hal yang sama terjadi sampai sekarang. Banyak orang masa kini hidupnya diliputi oleh kekhawatiran. Mereka akan apa yang bisa dimakan, akan kesehatan, akan masa tuanya, dan akan berbagai hal lainnya. Semua kekhawatiran itu membuat hidup mereka tidak tenteram karena selalu diliputi oleh ketakutan dan kecemasan. “Jangan-jangan akan terjadi ini, jangan-jangan akan terjadi itu,” demikian mereka berpikir.

Berhadapan dengan kekhawatiran, secara sederhana Yesus mengajak kita untuk belajar dari alam di sekitar kita, “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Saudara-saudari yang terkasih, selain mengasuransikan rumah, mobil, dan kesehatan kita, janganlah kita lupa untuk mengasuransikan hidup kita kepada Tuhan. Hanya pada Tuhanlah ada jaminan dan kepastian yang sejati. Ia tahu segala sesuatu tentang kita, juga segala sesuatu yang kita butuhkan. Di dalam tangan-Nya hidup kita terjamin aman, tenteram, dan sejahtera.